<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REDEEM

Advocacy Marketing Blog

2 min read

Apa Itu Customer Lifetime Value Dan Seberapa Penting Bagi Bisnis Anda?

.

shutterstock-222808516

Pernahkah Anda mendengar tentang customer lifetime value? Dalam bahasa Indonesia, customer lifetime value sering disebut sebagai nilai umur pelanggan. Dari pengertiannya, Anda mungkin sudah bisa menyimpulkan kalau customer lifetime value ini merujuk pada nilai dari seorang konsumen terhadap sebuah brand selama ia menjadi pelanggan. Perlu Anda ketahui kalau customer lifetime value ini merupakan salah satu matriks yang bisa dilacak untuk mengukur seberapa berharganya konsumen dilihat dari rentang waktu ia berlangganan, yang dihitung dari pembelian pertama.

Secara umum, customer lifetime value ini akan membantu Anda untuk mempertahankan konsumen yang ada. Sebab mendapatkan konsumen baru jauh lebih sulit dan membutuhkan waktu serta biaya lebih besar dibanding mempertahankan yang sudah ada. Selain itu, memahami customer lifetime value juga akan membantu bisnis Anda untuk mengembangkan strategi peningkatan penjualan sambil di sisi lain bisa mempertahankan margin keuntungan tetap stabil. Customer lifetime value ini sering disamakan dengan net promoter score (NPS), namun sebenarnya keduanya sangatlah berbeda sebab NPS hanya mengukur kepuasan pelanggan tanpa menghubungkannya dengan rentang waktu seorang konsumen dalam menjalin interaksi dengan brand Anda.

Cara menghitung customer lifetime value

Dalam contoh sederhana, customer lifetime value juga bisa diartikan sebagai nilai dari pendapatan yang Anda terima dari seorang konsumen. Saat seorang konsumen membeli produk Anda untuk pertama kalinya, dan kemudian melakukan repurchase selama 10 tahun berturut-turut, maka customer lifetime value-nya jelas akan tinggi. Berbeda dengan konsumen yang hanya melakukan 2 kali pembelian dalam jangka waktu 1 tahun saja. Untuk mengukur customer lifetime value ini, ada rumus yang bisa digunakan, yakni dengan mengalikan rata-rata nilai transaksi dengan jumlah transaksi dan waktu retensi.

Misalnya saja, nilai transaksi seorang konsumen setiap kali pembelian adalah Rp 50.000, jumlah transaksi yang ia lakukan dalam setahun adalah 60 kali, dan waktu retensinya adalah 2 tahun. Dengan mengalikan ketiga variabel tersebut, Anda akan memperoleh jumlah Rp 6.000.000. Jadi bisa disimpulkan bahwa customer lifetime value dari konsumen tersebut adalah Rp 6.000.000. Anda juga bisa mengembangkan sendiri rumus yang lebih kompleks untuk bisa menilai berbagai perilaku pelanggan yang berbeda dan menyesuaikannya dengan margin keuntungan atau persentase pelanggan berhenti melakukan repurchase.

Mengetahui fungsi dari mengukur customer lifetime value

Fungsi lain dari customer lifetime value yang juga sangat penting bagi bisnis Anda adalah bisa menjadi cara terbaik untuk mengelompokkan konsumen. Kalau Anda ingin menciptakan customer loyalty dengan menyasar konsumen kelas atas, maka Anda bisa menggunakan rumus customer lifetime value untuk mengetahui mana konsumen yang memiliki nilai lebih tinggi. Cara ini juga terbilang efektif untuk mengatur strategi pemasaran, di mana Anda bisa memperkirakan besarnya biaya yang sepadan untuk mendapatkan konsumen baru, dengan tidak melebihi customer lifetime value dari pelanggan yang sudah ada.

Mengetahui customer lifetime value juga mempermudah Anda sebagai pemilik usaha untuk menciptakan program terbaik berdasarkan kemampuan pembeli setiap konsumen dan juga tingkat loyalitasnya. Hal ini juga menjadikan Anda bisa mengetahui manakah konsumen yang bisa dikatakan loyal dan layak menerima rewards yang nantinya bisa meningkatkan kepuasaan pelanggan. Mencoba memuaskan konsumen dengan customer lifetime value tinggi jelas lebih menjanjikan dibanding jika Anda memberikan rewards secara acak dengan harapan bisa membantu meningkatkan pembelian secara signifikan.

 

Featured