<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REQUEST A DEMO

TADA Marketing & Customer Retention Blog

2 min read

Inilah Alasan Brand Kecantikan dan Lifestyle Perlu  Social Commerce

.

Social Commerce for Beauty brandsBeberapa tahun belakangan, perilaku pelanggan telah melalui perubahan yang signifikan, terutama di industri kecantikan dan gaya hidup. Kini, pelanggan lebih berwawasan, paham teknologi, dan semakin skeptis terhadap brand dan iklan. Perubahan perilaku juga dipengaruhi pandemi COVID-19, yang membuat mereka ingin berbelanja lebih hemat dan lebih bijak.

Dalam hal produk kecantikan dan gaya hidup, pelanggan tidak lagi melihat marketing campaign besar dan endorser makro. Mereka lebih cenderung mendengarkan informasi dan rekomendasi dari sumber yang mereka percayai, yaitu kerabat terdekat mereka. Untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan dan revenue, brand kecantikan perlu mengakses komunitas pelanggan ini dan memanfaatkan mereka untuk mengubah review dari mulut ke mulut menjadi penjualan. Brand perlu mengenal dampak dan potensi social commerce untuk meningkatkan bisnis mereka di era ini.

Apa itu social commerce?

Social commerce adalah bentuk terbaru dari e-commerce dimana siapapun dapat menjual brand dan produk melalui platform media sosial. Ini termasuk pelanggan, influencer, expert seperti make-up artist (MUA), bahkan asisten toko. Munculnya social commerce adalah peluang yang besar untuk brand kecantikan dan gaya hidup dalam menciptakan sales channel digital baru dan mengoptimalkan pengalaman pelanggan.

Bagaimana cara kerja social commerce?

Dalam social commerce, brand merekrut reseller melalui app atau situs. Reseller kemudian menjadi cabang digital dari brand yang menjual produk serta merekrut lebih banyak reseller untuk mendapat pembagian hasil. Reseller mempromosikan dan menjual produk dengan membagikan link referral yang unik pada calon pelanggan. Saat pelanggan meng-klik link tersebut, mereka dibawa ke katalog produk eksklusif dari brand, dan dapat melakukan pembelian. Keseluruhan proses ini digital, seamless, dan dapat dipantau melalui dashboard analitik kami.

Apa yang membuat social commerce menarik?

Konsep social commerce sangat sederhana dan menarik untuk siapapun yang sedang mencari penghasilan tambahan, terutama di masa sekarang. Reseller tidak perlu memikirkan periklanan, pengiriman produk, atau model bisnis. Untuk industri kecantikan dan gaya hidup, brand juga dapat mencari influencer yang sudah dipercaya sebagai expert di bidang mereka dan memiliki lingkup sosial yang besar untuk memulai social commerce mereka sendiri.

Di masa sekarang, pelanggan mempercayai rekomendasi dari kerabat terdekat lebih daripada iklan. Mereka juga senang membagikan pengalaman positif yang mereka dapatkan bersama produk kecantikan atau gaya hidup tertentu. Mereka tentu tidak akan melewatkan kesempatan melakukan hal ini dan mendapat keuntungan lebih di saat yang sama! Pelanggan pun sudah mahir menggunakan platform media sosial untuk mencari, membandingkan, dan membeli produk. Prosesnya akan sangat mudah seperti belanja online, tapi tidak dengan adanya produk lain dari kompetitor.

Social commerce adalah salah satu cara brand kecantikan dan gaya hidup dapat beradaptasi di era digital ini dan menggunakan kekuatan media sosial serta marketing dari mulut ke mulut untuk meningkatkan pendapatan! Hubungi kami jika Anda tertarik menciptakan sales channel baru sekarang!

Yunny Yunita
By Yunny Yunita

A strategic planner with a passion for brand marketing and the written words. In her free time, she enjoys travelling, laughing, relaxing with a book near a scenic place, or better yet, all three at once!

Featured

Subscribe Here!