<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REQUEST A DEMO

TADA Marketing & Customer Retention Blog

2 min read

Memperkenalkan Customer Lifetime Value (CLV): Angka yang Harus Anda Pantau!

.

CLV - Blogpost

Banyak bisnis mengerahkan waktu, tenaga, dan modal yang tidak sedikit untuk mengejar kesuksesan. Mereka pun bisa berfokus pada angka seperti penjualan, jumlah pengunjung, dan ROI, dengan anggapan bahwa angka-angka tersebut menjadi standar kesuksesan bisnis.

Data tersebut memang penting, tapi ada yang tidak kalah krusial bagi bisnis Anda: Customer Lifetime Value atau CLV. Sayangnya, angka ini belum banyak dipahami pemilik bisnis sehingga sering diabaikan. Mengapa CLV penting bagi bisnis Anda dan apa hubungannya CLV dengan keberlanjutan bisnis? Semua akan kami jelaskan mulai sekarang!

Apa itu CLV?

CLV adalah total pembelanjaan dari seorang pelanggan yang dapat dikeluarkan selama waktunya berbisnis dengan Anda. CLV menjelaskan keuntungan yang bisa Anda dapat dari perspektif hubungan Anda dengan pelanggan secara individu, dan memberi gambaran seberapa Anda harus berinvestasi dalam hubungan tersebut.

 

 

Menghitung CLV

CLV dapat dihitung dengan rumus sederhana berikut:

CLV = rata-rata nilai pembelanjaan x jumlah transaksi pelanggan dengan Anda dalam setahun x rata-rata lama hubungan Anda dengan pelanggan (dalam tahun)

(Tenang, semua ini dapat Anda pantau melalui dashboard TADA!)

Untuk mempermudah, bayangkan jika Anda adalah pebisnis sepatu yang memiliki berbagai pelanggan dengan latar belakang dan perilaku yang berbeda-beda. Salah satu pelanggan Anda, Pelanggan A, adalah seorang atlet yang membeli sepatu lari. Kira-kira CLV-nya adalah:

$100 per sepatu x 4 sepatu per tahun x 8 tahun = $100 x 4 x 8 = $3,200

Selain itu, Anda juga punya pelanggan lain, Pelanggan B, ibu yang membeli sepatu untuk anak balitanya. Kira-kira CLV-nya adalah:

$20 per sepatu x 5 sepatu per tahun x 3 tahun = $20 x 5 x 3 = $300

Seperti yang digambarkan ilustrasi ini, Pelanggan B mungkin lebih sering kembali pada bisnis Anda, tapi tidak berarti ia otomatis memiliki CLV lebih tinggi. Karena itu, CLV membantu Anda tahu pelanggan yang lebih patut Anda perhatikan, yaitu kelompok atlet. Anda pun tidak perlu menghabiskan lebih dari $300 untuk menjaga hubungan Anda dengan Pelanggan B, karena tidak menguntungkan. Jadi, perlakuan Anda terhadap kelompok pelanggan yang lebih menguntungkan pun akan berbeda dengan mereka yang tidak terlalu menguntungkan.

Apa pentingnya CLV?

Dengan CLV, Anda dapat mengkategorikan pelanggan Anda berdasarkan nilai yang mereka bawa. Anda bisa lebih fokus meretensi pelanggan yang sudah Anda punya daripada mencari pelanggan baru. CLV juga membantu untuk:

  • Mengetahui seberapa banyak modal yang Anda harus keluarkan untuk menjaga hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan
  • Mengidentifikasi pelanggan yang paling menguntungkan
  • Fokus pada mempelajari preferensi, kebutuhan, dan keinginan mereka
  • Mengidentifikasi produk yang paling menguntungkan

Dengan semua data ini, Anda bisa membuat keputusan bisnis yang lebih terarah untuk meningkatkan keuntungan serta keberlanjutan bisnis Anda!

Lalu, bagaimana jika CLV pelanggan Anda masih rendah? Tenang, CLV bukan nilai yang tetap. Selanjutnya, Anda akan belajar cara meningkatkan CLV sehingga bisa meretensi pelanggan dengan lebih baik. Jangan melewatkan post selanjutnya!

Let's Talk to TADA Team

 

Aloysius Brahmarsi
By Aloysius Brahmarsi

A Product Manager with a curious mind whose sole purpose is to keep learning new things in life. Digital product & marketing enthusiast

Featured

Subscribe Here!