<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REDEEM

Advocacy Marketing Blog

2 min read

Perbedaan Word Of Mouth Marketing Dan Influencer Marketing

.

Dalam dunia bisnis, banyak yang sering mencampuradukkan antara Word of Mouth Marketing (WOMM) dan Influencer Marketing (IM)Tujuan dari kedua strategi marketing ini memang hampir sama, yakni untuk menumbuhkan rasa ingin tahu seseorang terhadap sebuah produk dan meyakinkan mereka untuk membelinya, melalui informasi yang disebarkan secara luas. Namun di luar itu, sebenarnya ada perbedaan dari WOMM dan IM yang perlu Anda ketahui seperti berikut ini:

WOMM dan IM berdasarkan hubungan ketergantungan

Kalau berbicara tentang IM, sudah jelas dibutuhkan seorang influencer sebagai pioner untuk menyebarkan informasi mengenai sebuah brand maupun produk. Influencer sendiri haruslah orang yang informasinya mudah diakses oleh publik, diikuti oleh banyak orang, dan memiliki imej positif. Saat ini kebanyakan influencer yang berada di balik IM adalah mereka yang berprofesi sebagai public figure atau orang biasa yang memiliki banyak pengikut di dunia maya.

Untuk bisa mengaplikasikan IM, pemilik bisnis harus bekerja sama dengan influencer dalam jangka waktu tertentu. Hal ini tentu menimbulkan hubungan ketergantungan antara pemilik bisnis dengan sang influencer, yang pada suatu momen bisa berubah menjadi bencana. Misalnya saja, ketika sang influencer tersangkut kasus hukum, maka ada kemungkinan image dari brand yang dipromosikannya turut anjlok.

Sedangkan hal itu tidak akan terjadi pada WOMM. Strategi pemasaran ini lebih berbasis pada komunitas pelanggan dibandingkan dengan satu orang tertentu seperti halnya influencer. WOMM bekerja bukan dengan membayar orang untuk mempromosikan suatu brand, tetapi melalui para pelanggan yang merasa puas dengan suatu produk dan memiliki keinginan untuk merekomendasikannya kepada orang lain. Dan efek rekomendasi dari mulut ke mulut ini tak bisa diremehkan, apalagi dengan adanya media sosial yang bisa dijadikan wadah untuk saling berbagi mengenai suatu brand maupun produk.

WOMM dan IM berdasarkan kemudahan mencapai hasil maksimal

Kalau ditanya lebih mudah mana berpromosi dengan WOMM atau IM, mungkin banyak yang setuju jika IM adalah jawabannya. Dengan cara yang mudah dan waktu yang cepat, hasil dari strategi marketing ini bisa terlihat. Pemilik bisnis cukup memilih influencer yang dikehendaki, membayar sesuai kesepakatan, menjelaskan tugas yang harus dilakukan, dan dalam sekejap akan banyak orang yang menaruh perhatian pada brand tersebut. Tapi sebenarnya, calon konsumen yang tertarik pada brand itu sebagian besar berasal dari follower si influencer. Jadi bisa disimpulkan kalau belum tentu semua follower tersebut memang membutuhkan produk yang dipromosikan sang influencer.

Namun jika menggunakan WOMM sebagai strategi pemasaran, hasilnya tidak akan bisa terlihat dalam waktu singkat. Pemilik usaha harus mencapai fase di mana para konsumen merasa puas dan selalu repurchase. Hal ini bisa dicapai dengan konsisten menjaga kualitas produk dan mengutamakan pelayanan yang baik. Tapi meski melalui proses yang lambat, hasil dari WOMM lebih terpercaya. Mereka yang tertarik pada brand Anda bisa dipastikan adalah mereka yang memang membutuhkannya, bukan hanya sekedar penasaran dikarenakan rekomendasi seseorang yang terkenal.

Baik, WOMM maupun IM tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anda yang ingin hasil signifikan dengan proses singkat, bisa menjadikan IM solusi untuk mengembangkan usaha dengan cepat. Namun Anda yang mengutamakan kepuasan pelanggan dan ingin membangun komunitas yang solid, bisa menjadikan WOMM sebagai strategi andalan.

 

 

Topics: word of mouth

Featured