<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REDEEM

Advocacy Marketing Blog

2 min read

3 Pertanyaan Besar Para Pemula Mengenai Advocacy Marketing

.

Picture3

 

Advocacy marketing mungkin terdengar asing untuk Anda yang baru berkecimpung di dunia bisnis. Namun pada prakteknya, advocacy marketing ini sudah banyak dilakukan dalam bidang pemasaran tanpa disadari.

Advocacy marketing ini menggunakan loyal customer untuk memperkenalkan brand secara lebih luas, melalui promosi dari mulut ke mulut, yang di era ini juga hadir dalam bentuk online melalui media sosial. Secara umum, loyal customer yang merasa puas akan sebuah produk akan dengan senang hati mau merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain.

Mengapa advocacy marketing penting untuk dilakukan?

Anda mungkin bertanya-tanya, di antara sekian banyak strategi pemasaran yang ada, mengapa advocacy marketing penting untuk dilakukan? Alasan pertama adalah konsumen yang memegang peranan penting dalam sistem pemasaran ini mau melakukan referral tanpa mengharapkan imbalan. Setiap orang tentu ingin berbagai hal positif dengan orang-orang terdekatnya, sehingga advocacy marketing sering disebut juga sebagai sistem pemasaran yang sangat rendah biaya. Kedua, konsumen bisa merekomendasikan produk ini secara luas, di tempat-tempat yang mungkin tak terjangkau tim marketing atau media sosial. Ketiga, konsumen tak hanya merekomendasikan produk namun juga sekaligus memberikan review secara online, yang mana akan makin meningkatkan kepercayaan calon pembeli lainnya.

Bagaimana cara memulai advocacy marketing?

Pertama, posisikan konsumen di urutan pertama. Pastikan Anda memenuhi semua kebutuhan konsumen dan mengutamakan kepuasan mereka. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan konsumen dan menjadikan mereka lebih mudah untuk merekomendasikan produk Anda kepada yang lainnya. Kedua, Anda harus bisa menciptakan produk yang berbeda dari lainnya dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Contoh sederhananya adalah Apple. Di antara banyaknya produk smartphone, mengapa perilisan seri terbaru Apple selalu penuh antrean bahkan banyak orang yang rela membangun tenda untuk bisa jadi yang pertama menggenggam produk terbaru Apple? Hal ini dikarenakan Apple berhasil menciptakan produk yang sangat berbeda dengan para pesaingnya.

Bagaimana menjalankan advocacy marketing?

Saat Anda sudah memiliki awalan yang baik untuk melakukan advocacy marketing, yang perlu dilakukan berikutnya adalah meningkatkan awareness konsumen terhadap produk Anda. Cara cepatnya adalah menggunakan bantuan influencer di media sosial untuk mempromosikan produk Anda. Cara yang lebih organik adalah dengan membangun engagement dengan memperbanyak konten yang bisa meningkatkan interaksi dengan konsumen. Kemudian Anda juga harus mempekerjakan orang-orang yang tepat untuk membantu memperkenalkan produk dan memberikan informasi lengkap mengenainya. Biasanya, yang paling berperan penting adalah orang-orang yang berhadapan langsung dengan konsumen misalnya saja para karyawan yang bekerja di toko.

Anda juga perlu menciptakan advocacy marketing campaign yang unik dan menarik lebih banyak konsumen. Campaign ini bisa dilakukan dengan atau tanpa modal, sesuai dengan kemampuan perusahaan Anda. Beberapa perusahaan besar juga ada yang melakukan campaign tanpa modal misalnya dengan mengajak konsumen untuk sharing mengenai produk mereka di media sosial dengan imbalan posting-an tersebut akan diunggah di akun media sosial resmi brand terkait. Campaign seperti ini cocok sekali untuk brand yang konsumennya kebanyakan pengguna media sosial dan sangat peduli terhadap image kekinian.

Sedangkan campaign yang menggunakan modal misalnya saja memberikan diskon khusus untuk pembelian dengan jumlah tertentu. Atau Anda juga dapat menyediakan limited product yang hanya bisa didapatkan konsumen dengan pembelanjaan terbesar di waktu tertentu.

 

Featured