<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REDEEM

Advocacy Marketing Blog

2 min read

Brand Advocates vs Influencer, Mana Lebih Efektif Untuk Bisnis Anda?

.

users-following-unfollowing-vector_53876-80059

Banyak orang yang masih menyamakan brand advocates dan influencer, baik dari segi pengertian maupun peran yang mereka lakukan. Brand advocates pada dasarnya merupakan pelanggan terbaik Anda.

Mereka adalah orang-orang yang banyak menggunakan produk Anda dan selalu membahas betapa mereka sangat menyukainya. Brand advocates bisa jadi bukanlah orang terkenal, mungkin ibu rumah tangga biasa atau mahasiswa seperti pada umumnya. Tapi mereka bisa mempromosikan brand Anda dengan efektif, karena mereka tahu siapa orang di sekitar mereka yang benar-benar membutuhkan rekomendasi tersebut.

Sedangkan influencer adalah orang-orang yang penting dalam bisnis Anda, tapi bisa jadi mereka bukan pelanggan dan tidak menggunakan produk Anda. Mereka biasanya berasal dari kalangan public figure atau orang yang berpengaruh seperti aktor, musisi, politikus, dan juga jurnalis. Mereka jelas memiliki pengikut yang lebih banyak dan pendengar yang lebih luas. Tapi para influencer ini tidak selalu membicarakan produk Anda, bahkan mungkin mereka kesulitan mengungkapkan nilai plusnya, selain dengan membaca deskripsi produk.

Dari kedua pengertian tersebut, mana yang kira-kira lebih berperan penting untuk bisnis Anda? Coba simak beberapa pernyataan berikut ini untuk menemukan jawabannya:

Brand advocates lebih mudah berkata ‘ya’

Saat Anda membutuhkan promosi kepada masyarakat luas, influencer memiliki kemungkinan lebih sedikit untuk mengiyakan permintaan Anda. Alasan pertama adalah influencer bekerja berdasarkan kesepakatan harga yang bisa jadi terlalu berat untuk perusahaan Anda. Kedua, influencer punya kecenderungan untuk bekerja sama dengan brand yang mereka tahu atau memiliki kedekatan dengan pemiliknya. Ketiga, influencer akan lebih memilih brand yang mendukung aktivitas mereka secara umum, misalnya musisi lebih suka dengan produk alat musik atau jurnalis lebih suka dengan produk laptop. Namun berbeda halnya dengan brand advocates yang jelas dari awal sudah menggunakan, menyukai, dan mendukung brand Anda. Jadi saat Anda meminta mereka untuk melakukan promosi atau rekomendasi kepada orang lain di sekitarnya, mereka akan lebih mudah mengatakan ‘ya’.

Brand advocates lebih familiar dengan brand dan produk Anda

Konsumen yang sudah 5 tahun menggunakan produk Anda tentu jauh lebih ahli dalam hal rekomendasi kalau dibandingkan para influencer. Sekilas, para influencer mungkin terlihat sangat memahami produk Anda dengan menuliskan review panjang lebar. Tapi coba cermati lagi, yang mereka tuliskan sebagian besar sama dengan deskripsi produk yang bisa ditemukan dalam iklan atau situs brand. Sedangkan brand advocates, bisa memberikan review hingga detail terkecil berdasarkan dengan pengalaman langsung menggunakan produk Anda dari waktu ke waktu. Bahkan mereka juga bisa memberikan alasan kepada orang di sekitarnya untuk mulai mencoba produk Anda.

Brand advocates melakukan promosi secara organik

Untuk mendapatkan dukungan dari para influencer, Anda perlu melakukan kerja sama melalui kontrak yang akan berakhir dalam jangka waktu tertentu. Saat seorang influencer dengan ribuan pengikut berhenti mengiklankan produk Anda, maka sekian ribu orang juga akan berhenti memberikan perhatian pada brand Anda. Sedangkan brand advocates akan terus melakukan rekomendasi dari waktu ke waktu, menyarankan produk yang cocok untuk lingkungan sekitarnya, tanpa batas waktu tertentu.

Nah, dari pernyataan-pernyataan tersebut sudah terlihat jika brand advocates punya lebih banyak keunggulan dalam hal marketing. Bukan berarti Anda tak perlu bekerja dengan influencer sama sekali, hanya saja Anda harus lebih memprioritaskan brand advocates untuk mengembangkan bisnis yang dijalani.

 

Featured