<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REDEEM

Advocacy Marketing Blog

2 min read

Kenali Perbedaan Brand Advocate, Brand Ambassador, dan Influencer

.

people-fill-out-form_41910-319

Brand advocate, brand ambassador, dan influencer merupakan istilah yang sering digunakan dalam dunia marketing. Penggunaan ketiga istilah ini sering dipertukarkan, padahal masing-masing artinya sangat berbeda. Bahkan fungsi dari brand advocate, brand ambassador, dan juga influencer ini sangat berbeda dengan dampak yang signifikansinya beragam pula untuk bisnis Anda. Nah, coba simak informasi lengkap mengenai ketiga istilah tersebut supaya Anda tak salah langkah dalam mengembangkan bisnis dengan cara yang lebih efektif:

Brand advocate

Brand advocate bisa dibilang merupakan konsumen Anda yang paling loyal. Mereka adalah orang-orang yang selalu membicarakan pengalamannya dan kepuasannya dalam menggunakan produk Anda, tanpa perlu dibayar atau diberi imbalan apapun. Mereka juga seringkali terlibat aktif dalam membagikan informasi mengenai produk dan juga brand Anda, baik melalui media sosial atau dilakukan secara langsung kepada orang-orang di sekitarnya. Brand advocate ini juga merupakan pengguna yang sudah sejak lama mengikuti pertumbuhan dari brand Anda dan mengalami berbagai perubahan yang terjadi. Mereka bisa dengan mudahnya menjelaskan mengenai setiap produk yang pernah Anda ciptakan lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

Salah satu keunggulan dari brand advocate adalah mereka bisa menjadi sumber evaluasi yang sangat baik untuk perusahaan. Hal ini dikarenakan kritik atau saran yang mereka berikan dilakukan atas dasar pengalaman langsung dan tidak ada intensi untuk menjatuhkan brand Anda. Justru sebaliknya, mereka melakukan hal tersebut dengan harapan brand Anda bisa menjadi lebih baik sehingga repurchase pun dapat terus mereka lakukan.

Brand ambassador

Brand ambassador merupakan orang-orang yang diajak bekerjasama oleh sebuah perusahaan untuk menjadi ‘wajah’ atau ikon dari sebuah brand. Brand ambassador umumnya hanya bisa diajak bekerja sama untuk waktu yang terbatas. Saat kesepakatan kerja terjadi, mereka diberikan pengetahuan yang sangat dalam mengenai sebuah brand atau produk dan diharuskan untuk bisa menguasainya, meski pada kenyataannya belum tentu mereka pernah menggunakan produk tersebut.

Brand ambassador juga diwajibkan untuk menunjukkan rasa suka dan puas terhadap brand Anda, melalui media sosial atau berbagai event yang dibuat oleh perusahaan. Kelebihan brand ambassador adalah mereka bisa menarik lebih banyak massa sehingga promosi dapat dilakukan secara lebih luas dalam waktu singkat. Namun kekurangannya, apa yang mereka ucapkan mengenai produk Anda sebagian besar hanya merupakan kewajiban berdasarkan kesepakatan kerja, dan bukan pendapat jujur yang bisa dipercaya 100 persen oleh konsumen.

Influencer

Dari namanya saja, Anda pasti sudah bisa menyimpulkan kalau influencer adalah mereka yang memiliki influence atau pengaruh. Dalam hal ini, influencer tak melulu merupakan public figure terkenal tapi bisa juga mereka yang memiliki pengaruh dalam lingkup kecil, misalnya saja selebgram di bidang kecantikan. Kerja sama dengan influencer bisa dibilang lebih terjangkau harganya dibandingkan jika Anda harus mempekerjakan brand ambassador.

Namun di sisi lain, bentuk kerja sama juga jauh lebih singkat, bisa jadi hanya satu kali unggahan di media sosial. Dalam beberapa kasus, menggunakan influencer untuk memperkenalkan sebuah brand bisa jadi sangat efektif namun dalam jangka waktu yang pendek. Jadi dibutuhkan kerja sama berulang untuk mendapatkan efek yang lebih baik.

Baik brand advocate, brand ambassador, dan juga influencer bisa membantu mengembangkan bisnis dengan cara yang berbeda. Menggabungkan ketiganya bisa menjadi pilihan jika Anda ingin publikasi brand dan produk berjalan lebih maksimal.

 

Featured