<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REDEEM

Advocacy Marketing Blog

2 min read

Pentingnya Brand Advocates, Ujung Tombak dari Advocacy Marketing

.

vector-3d-isometric-illustration-concept-e-commerce-online-store_1441-244-1

Konsumen merupakan aspek terpenting dalam sebuah bisnis. Namun konsumen sendiri masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis, ada konsumen yang hanya membeli karena penasaran, ada pula konsumen yang terus melakukan repurchase dan disebut sebagai pelanggan.

Banyak pebisnis yang mencari cara untuk mendapatkan konsumen sebanyak mungkin, namun mereka lupa memikirkan bagaimana mempertahankan konsumen biasa dan mengubahnya menjadi pelanggan setia.


Apa setelah itu tugas Anda telah selesai? Tentu saja belum. Sebab pelanggan setia masih bisa ditingkatkan lagi levelnya menjadi brand advocates. Pelanggan yang menjadi brand advocates tak hanya akan terus melakukan pembelian produk secara berulang, tapi juga merekomendasikannya kepada orang lain, baik secara langsung atau melalui media sosial. Rekomendasi ini dilakukan atas dasar rasa percaya terhadap produk Anda dan adanya keinginan agar orang di sekitarnya juga menggunakan produk yang memiliki kualitas baik.

Rob Fugetta, pengarang buku Brand Advocates: Turning Enthusiastic Customers Into a Powerful Martketing Force, menuturkan bahwa advokasi merupakan salah satu aset terbaik dari brand Anda. Fugetta juga menyebutkan bahwa brand advocates ini sangat berharga karena memiliki peran penting dalam bisnis namun di sisi lain keberadaan mereka tidak bisa dibeli. Berbeda halnya dengan influencer yang memang dibayar untuk membicarakan sebuah produk tertentu, brand advocates melakukan semuanya dengan suka rela. Hal ini yang menjadikan value dari brand advocates lebih tinggi dikarenakan adanya ketulusan ketika mereka merekomendasikan sebuah produk kepada orang lain.

Calon pembeli di luar sana juga bisa menilai bahwa rekomendasi yang diberikan oleh brand advocates yang merupakan konsumen biasa, didasari oleh rasa ingin berbagi dan bukan karena alasan mencari keuntungan semata, seperti yang dilakukan para sales person. Hal ini menjadikan keberadaan brand advocates tidak bisa diremehkan begitu saja. Kalau sampai saat ini Anda belum mendapatkan brand advocates yang tepat, maka cobalah melakukan hal-hal berikut ini:

Mulailah menjalin hubungan dengan pelanggan

Memperhatikan kualitas produk dan mewaspadai saingan bisnis memang penting untuk diperhatikan. Namun jangan lupa juga menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan karena hal ini akan menjadi awal dari munculnya brand advocates. Untuk langkah awal, Anda bisa meningkatkan engagement dengan konsumen melalui media sosial. Cobalah membuat konten-konten menarik yang bisa memancing konsumen untuk berkomentar dan saling bertukar pendapat. Pastikan Anda memilliki admin khusus yang bertugas untuk merespons setiap komentar yang diberikan konsumen di media sosial, sehingga mereka merasa kehadirannya lebih dihargai.

Angkat kisah konsumen di situs Anda

Penting sekali menjadikan konsumen merasa penting dan berharga untuk brand Anda. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengangkat kisah mereka di situs perusahaan. Pilih konsumen yang memiliki kisah unik dan menarik, serta inspiratif. Tak harus menuliskan kisah tentang konsumen yang merupakan big spender, tapi jauh lebih menarik jika Anda mengangkat cerita para pelanggan setia yang mungkin saja sudah mengonsumsi produk Anda sejak mereka kecil. Hal-hal semacam ini akan membantu membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus memberikan image positif pada brand Anda.

Setelah kedekatan dengan konsumen terjalin, meningkatkan kepercayaan terhadap produk Anda akan menjadi lebih mudah. Berawal dari kepercayaan yang kemudian berkembang menjadi rasa kagum dan bangga mengenal brand Anda, maka konsumen akan menjadi brand advocates yang dengan senang hati melakukan referral kepada orang-orang di sekitarnya.

Featured