
Fraud dalam program loyalty kini menjadi ancaman yang serius. Menurut laporan Global eCommerce Payments and Fraud 2024, jenis fraud ini telah menjadi jenis penipuan dengan pertumbuhan tercepat ke-4, melibatkan lebih dari 1.100 perusahaan di seluruh dunia.
Selain itu Data dari Statista 2025 bahkan menunjukkan bahwa loyalty fraud kini menyumbang sekitar 31 persen dari seluruh upaya penipuan yang mengincar merchant online.
Jadi pertanyaannya bukan lagi apakah program loyalty Anda akan jadi target; tapi seberapa siap Anda menghadapinya ketika itu terjadi.
Apa Itu Fraud dalam Program Loyalty?
Secara sederhana, fraud dalam program loyalty terjadi ketika seseorang; baik dari luar maupun dalam organisasi Anda, memanfaatkan celah dalam sistem untuk mendapatkan keuntungan yang tidak semestinya mereka dapatkan.
Bentuknya bisa bermacam-macam.
-
-
- Ada yang mengumpulkan poin dari transaksi yang tidak pernah benar-benar terjadi.
- Ada yang membobol akun member lain dan menguras poin di dalamnya.
- Ada yang membuat puluhan akun palsu hanya untuk mengklaim bonus pendaftaran berulang kali, dan
- Ada juga yang jauh lebih terorganisir; sindikat yang secara sistematis menjual poin curian di dark web layaknya menjual mata uang.
-
Yang membuat fraud dalam program loyalty berbeda dari jenis penipuan lain adalah betapa mudahnya ia tidak terdeteksi. Tidak seperti transaksi keuangan yang punya jejak yang relatif mudah dilacak, aktivitas mencurigakan dalam program loyalty sering kali terlihat normal di permukaan. Tanpa sistem monitoring yang tepat, fraud bisa berjalan berbulan-bulan sebelum ada yang menyadarinya.
Mengapa Program Loyalty Menjadi Incaran Fraudster?
Ada alasan struktural mengapa program loyalty begitu menarik bagi para pelaku penipuan.
-
-
- Poin loyalty diperlakukan seperti uang tunai: Bagi fraudster, poin loyalty bukan sekadar angka di layer, tapi bisa dijual di pasar gelap, ditukar dengan voucher, atau dikonversi menjadi barang fisik bernilai tinggi.
- Pengawasan yang minim dari pemilik akun: Baik pelanggan maupun channel partner seringkali tidak terlalu memantau aktivitas akun mereka. Kondisi ini memberi ruang bagi fraud untuk berlangsung dalam waktu lama tanpa terdeteksi.
- Metode fraud yang terus berkembang: Teknik seperti credential stuffing, phishing, account takeover, dan social engineering kini digunakan secara sistematis untuk mengeksploitasi celah dalam sistem program loyalty, bukan lagi tindakan oportunis, melainkan operasi yang terorganisir.
-
Siapa Saja yang Berpotensi Sebagai Fraudster Dalam Program Loyalty?
Secara umum, orang-orang yang berpotensi menjadi pelaku penipuan (fraudster) dalam program loyalty dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu; member, karyawan Anda sendiri, dan hacker.
1. Member
Member program Anda sendiri bisa menjadi sumber fraud. Hal ini tidak selalu berarti kejahatan terorganisir; kadang seseorang hanya menemukan celah dan memutuskan untuk memanfaatkannya.
Bentuknya bisa berupa mengumpulkan poin dari transaksi fiktif, memanfaatkan celah di mekanisme referral, atau membuat beberapa akun untuk mendapatkan bonus pendaftaran berulang kali.
2. Karyawan
Karyawan Anda sendiri yang memiliki akses ke program juga berpotensi melakukan fraud di program loyalty Anda. Tergantung pada bagaimana Anda menugaskan mereka, ada berbagai peluang penipuan yang dapat mereka lakukan.
Misalnya, memanipulasi distribusi poin untuk keluarga atau teman mereka yang kebetulan juga menjadi anggota program loyalitas Anda.
Fraud internal sering kali lebih sulit dideteksi justru karena pelakunya tahu cara kerja sistemnya.
3. Hacker
Para peretas atau hacker sudah tentu adalah orang-orang yang mengeksploitasi celah keamanan program Anda dan juga penggunaan password lemah dari member program loyalty Anda untuk mencuri data penting maupun poin.
Mereka dapat melakukan banyak metode yang tidak etis, seperti phishing hingga social engineering untuk meretas akun seseorang.
Dampak Fraud di Program Loyalty untuk Bisnis

1. Kerugian finansial
Fraud dalam program loyalty menguras pool hadiah sehingga memaksa perusahaan untuk mengganti hadiah yang dicuri. Hal ini jelas akan menambah biaya operasional, termasuk customer support dan penerapan langkah-langkah keamanan tambahan.
2. Merusak reputasi
Kepercayaan adalah kunci dari kesuksesan program loyalty, dan fraud bisa merusak hubungan dengan pelanggan maupun channel partner.
Bagi pelanggan, fraud akan mengikis kepercayaan mereka terhadap program loyalty dan brand Anda. Bagi channel partner, seperti distributor atau retailer, fraud merusak kredibilitas insentif yang diberikan, membuat mereka frustrasi dan meragukan keamanan program.
3. Meningkatkan churn di kalangan customer dan partner
Fraud merusak experience member dan membuat mereka kehilangan kepercayaan terhadap program yang seharusnya melindungi poin dan reward mereka. Pada akhirnya, hal ini bisa membuat mereka pindah ke kompetitor.
4. Mengganggu operasional
Fraud memaksa perusahaan untuk mengalihkan resources yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan bisnis, tapi dialokasikan ke crisis management.
Tim customer service harus menangani lebih banyak keluhan, sementara tim IT sibuk incident response. Semua itu punya biaya; dalam bentuk waktu, energi, dan fokus yang menghambat kegiatan operasional dan dapat berdampak pada penurunan revenue dan profit.
5. Implikasi strategis
Ketakutan akan fraud membuat perusahaan lebih berhati-hati dan ragu-ragu dalam meluncurkan fitur baru, atau menjalankan promosi.
Hal ini jelas menghambat potensi pertumbuhan dan kemampuan perusahaan untuk berinovasi dan membangun hubungan mutual yang lebih baik dengan customer dan channel partner-nya.
Cara Mencegah Fraud di Program Loyalty
.png?width=2400&name=mencegah-fraud-dalam-loyalty-program%20(2).png)
Fraud tidak bisa dieliminasi sepenuhnya; tapi risikonya bisa diminimalisasi dengan pendekatan yang tepat. Berikut yang bisa Anda lakukan.
1. Perkuat Keamanan Program
-
-
- Otentikasi Multi-Faktor (MFA): Menambahkan perlindungan ekstra pada akses login akun dan transaksi besar untuk memastikan hanya pengguna yang berwenang yang bisa mengakses akun tersebut.
- Deteksi Fraud Secara Real-Time: Gunakan AI untuk memantau pola perilaku member dan mendeteksi aktivitas mencurigakan secara otomatis.
- Kontrol Akses: Batasi izin akses untuk staf agar hanya PIC yang berwenang yang bisa melakukan transaksi sensitif atau mengubah settingan di dalam program loyalty.
- Tetapkan batas transaksi: Tujuannya bukan hanya membatasi, tapi menciptakan baseline. Ketika ada aktivitas yang melampaui batas yang sudah Anda tetapkan, misalnya maksimum poin yang bisa ditukar per member per hari adalah 1000 poin; sistem bisa langsung memicu alert, menahan transaksi untuk review manual, atau mengirimkan notifikasi ke PIC program.
- Fitur Keamanan Tambahan: Tawarkan identifier yang mudah digunakan seperti autentikasi biometrik untuk memastikan keamanan tanpa membuat user kewalahan.
-
2. Tingkatkan Kontrol Internal
-
-
- Pengawasan Manual: Proses penukaran poin atau transaksi besar harus melewati layer approval tambahan untuk menghindari fraud.
- Audit Rutin: Lakukan audit secara berkala untuk memeriksa aktivitas customer dan channel partner dan mencari tanda-tanda potensi fraud.
- Pemisahan Tugas: Hindari memberi satu orang kendali penuh atas seluruh proses, seperti menyetujui hadiah atau mengelola saldo poin, untuk menciptakan sistem checks and balances.
-
3. Edukasi Pelanggan dan Channel Partner
-
-
- Awareness Campaign: Edukasi customer dan channel partner untuk mengenali tanda-tanda fraud, seperti phishing atau pengambilalihan akun.
- Best Practice: Dorong member program Anda untuk selalu memantau akun mereka, menggunakan password yang kuat, dan mengaktifkan notifikasi jika ada perubahan akun.
-
4. Gunakan Platform Loyalty yang Punya Fitur Keamanan Bawaan
Meskipun membuat program loyalty sendiri dengan tim in-house terdengar menarik, memilih platform loyalty terbaik seperti Tada adalah pilihan yang lebih bijak. Platform ini menyediakan fitur keamanan built-in untuk melindungi program loyalty Anda dari fraud. Tada, misalnya, menawarkan:
-
-
- Pencegahan fraud melalui Redemption Approval: Menetapkan batas penukaran poin dan item hadiah, sekaligus menandai transaksi yang melebihi batas untuk review manual.
- Deteksi anomali secara real-time: Memberikan alert untuk aktivitas mencurigakan, memungkinkan tindakan cepat untuk menghentikan fraud.
- Kontrol dan transparansi yang centralized: Memantau aktivitas member secara real-time dengan dashboard yang komprehensif.
- Fitur keamanan tambahan: Menyediakan indikasi fraud dan monitoring transaksi untuk mencegah akses yang tidak sah dan perilaku yang mencurigakan.
-
Wrap up!
Dengan mengambil langkah proaktif dalam mencegah fraud, Anda dapat melindungi program loyalty dan memastikan program aman untuk semua member.
Lindungi program loyalty Anda dengan platform loyalty & reward seperti Tada yang mengutamakan keamanan dan fungsionalitas tanpa gangguan. Request demo kami sekarang untuk mengetahui bagaimana Tada dapat membantu melindungi program loyalty Anda dengan fitur keamanan berlapis yang dapat diandalkan.
