<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REQUEST A DEMO

TADA Marketing & Customer Retention Blog

2 min read

Customer Lifetime Value dan Cara Meningkatkannya

.

Customer Lifetime Value

Pelanggan memang sangat berharga bagi setiap bisnis. Tapi tahukah Anda bahwa terdapat pelanggan yang lebih berharga daripada pelanggan lainnya? Tolak ukur ini juga disebut dengan Customer Lifetime Value (CLV), nilai penting yang setiap bisnis harus perhatikan.

Apa itu CLV?

Customer Lifetime Value adalah estimasi pendapatan total yang Anda bisa perkirakan dari seorang pelanggan selama ia berhubungan dengan bisnis Anda. CLV dapat dihitung dengan rumus sederhana berikut:

CLV = nilai rata-rata pembelian x jumlah kunjungan pembelian pelanggan per tahun x rata-rata jangka waktu hubungan pelanggan (dalam tahun)

(Kabar baiknya, nilai pembelian serta jumlah kunjungan pelanggan Anda dapat dengan mudah Anda dapatkan dari dashboard analitik kami!).

CLV adalah nilai yang sangat penting untuk diketahui. CLV memberi gambaran seberapa banyak Anda harus berinvestasi untuk mempertahankan hubungan dengan seorang pelanggan. CLV juga membantu Anda menentukan perlakuan yang harus diberikan pada pelanggan yang berbeda.

Bagaimana Cara Meningkatkan CLV?

Apa yang harus Anda lakukan ketika CLV rendah? Tenang, CLV bukan nilai tetap, dan selalu bisa ditingkatkan. Inilah beberapa strategi yang bisa Anda coba untuk meningkatkan CLV.

  1.       Upselling dan cross-selling

Salah satu data yang menentukan besarnya CLV adalah rata-rata nilai pembelian. Secara logis, semakin besar nilai pembelian pelanggan, semakin tinggi pula CLV mereka. Anda bisa mencoba upselling dan cross-selling untuk mendorong pelanggan belanja lebih banyak. Upselling adalah menjual produk atau jasa dengan versi yang lebih mahal, dan cross-selling adalah menjual produk atau jasa lain yang melengkapi produk atau jasa yang hendak dibeli pelanggan Anda. Strategi yang dapat Anda coba adalah menawarkan bundling, produk komplementer, atau gratis ongkir dengan pembelanjaan minimum.

  1.       Hadir secara omni-channel

Data berikutnya yang tidak kalah penting dalam perhitungan CLV adalah frekuensi kunjungan. Tentunya, kita mau pelanggan berkunjung dan bertransaksi lebih banyak dengan kita agar CLV mereka makin tinggi. Untuk berhasil di era digital ini, bisnis harus aktif secara omni-channel, yaitu secara offline maupun online. Dengan begitu, Anda tetap dapat menjangkau pelanggan yang tertarik membeli produk Anda, tapi kesulitan atau enggan mengunjungi toko fisik. Dengan begitu, Anda mempermudah pelanggan membeli dari Anda.

  1.       Pertimbangkan subscription

Solusi lain yang bisa Anda untuk meningkatkan CLV adalah dengan menerapkan subscription. Jika seseorang berlangganan dengan Anda, sangat kecil kemungkinan mereka berpindah ke brand lain. Mereka akan memilih tetap setia pada bisnis Anda untuk memastikan biaya yang mereka telah keluarkan untuk berlangganan sepadan dengan keuntungan yang mereka dapat. Mereka pun akan berkunjung lebih sering dan belanja lebih banyak. Dengan begitu, CLV mereka akan lebih tinggi dan mereka punya lebih banyak waktu untuk mengenal produk Anda.

Bisnis seringkali berfokus pada angka seperti penjualan atau ROI sebagai tanda kesuksesan. Tapi, Customer Lifetime Value juga angka yang tidak boleh Anda lewatkan. Mari retensi pelanggan Anda dan buat mereka setia pada bisnis Anda secara jangka panjang. Hubungi kami karena kami siap membantu Anda!

Yunny Yunita
By Yunny Yunita

A strategic planner with a passion for brand marketing and the written words. In her free time, she enjoys travelling, laughing, relaxing with a book near a scenic place, or better yet, all three at once!

Featured

Subscribe Here!