
Memberi hadiah itu sudah jadi bagian dari budaya kita sejak dulu untuk bilang terima kasih, atau memacu semangat seseorang supaya terus melakukan hal baik.
Coba perhatikan satu perusahaan di Indonesia selama setahun penuh, dan gifting ternyata terjadi hampir sepanjang waktu:
-
-
- Tim sales mencapai target dan mendapatkan reward.
- Perusahaan ingin mendorong distributor atau dealer untuk meningkatkan penjualan.
- Karyawan mencapai masa kerja tertentu dan HR ingin memberikan apresiasi.
- Karyawan baru mendapatkan welcome gift.
- Klien-klien prioritas mendapat apresiasi melalui program customer loyalty.
- Lalu ada berbagai momen hari besar seperti Lebaran, Natal, dan berbagai perayaan lainnya.
-
Dari sini terlihat, corporate gifting sudah jauh melampaui sekadar hampers musiman. Cakupannya kini masuk ke employee engagement, sales incentives, channel incentives, customer loyalty, sampai relationship management dengan partner bisnis.
Dengan cakupan seluas itu, tantangannya pun bergeser: bukan lagi soal bagaimana memberi hadiah, tapi bagaimana memberi hadiah yang tepat, ke banyak orang dengan kebutuhan yang berbeda-beda, tanpa harus menebak-nebak.
5 Tantangan Utama Program Gifting Tradisional
1. Gifting sering dianggap sekadar pelengkap
Secara budaya, orang Indonesia sangat familiar dengan memberi hadiah. Namun dari sisi bisnis, gifting masih sering dianggap sebagai aktivitas yang dilakukan ketika ada momen tertentu, bukan sebagai bagian dari strategi engagement.
Budgetnya biasanya masih tersebar di berbagai divisi; HR, marketing, procurement, sampai wellness, bukan jadi satu pos budget yang benar-benar terukur.
Padahal ini peluang yang sayang dilewatkan, karena dampaknya nyata. Riset Gallup soal recognition menemukan bahwa karyawan yang mendapat apresiasi berkualitas punya kemungkinan sekitar 45% lebih kecil untuk resign dalam dua tahun ke depan. Angka yang, sayangnya, susah ditindaklanjuti kalau budgetnya sendiri saja tidak pernah benar-benar ditrack.
2. Hadiah belum tentu cocok untuk penerimanya
Indonesia memiliki masyarakat yang sangat beragam, baik dari sisi budaya, agama, kebiasaan, maupun preferensi.
Satu jenis hampers yang dianggap cocok untuk satu kelompok belum tentu relevan untuk kelompok lainnya. Bahkan dalam kategori hadiah yang dianggap "aman", selera setiap orang tetap berbeda.
Pada akhirnya, perusahaan bisa menghabiskan banyak uang untuk hadiah yang mungkin tidak terlalu dibutuhkan penerimanya. Padahal, tujuan gifting adalah membuat seseorang merasa dihargai.
3. Terhambat urusan logistik
Gifting di Indonesia masih sangat bergantung pada pengiriman fisik. Untuk negara dengan lebih dari 17.000 pulau, mengirim hampers sampai ke seluruh penjuru nusantara jelas makan waktu, mahal, dan rawan rusak di jalan.
Ujung-ujungnya, banyak hadiah yang rusak dan atau voucher yang sulit ditukarkan, hadiah yang baru sampai setelah momennya lewat, plus biaya logistik tambahan di luar nilai hadiah itu sendiri.
4. Hadiah yang tidak digunakan
Masalah lain yang sering luput adalah hadiah yang akhirnya tidak digunakan.
Gift voucher dengan pilihan redemption yang terbatas atau reward yang kurang relevan bisa membuat sebagian besar hadiah tidak pernah benar-benar dinikmati penerimanya.
Dari sisi perusahaan, hal ini berarti uang sudah dikeluarkan, tetapi goal yang ingin dicapai jadi missed.
5. Uang tunai memang fleksibel, tetapi bukan selalu pilihan terbaik
Uang tunai terlihat sebagai reward paling fleksibel karena penerima bebas menggunakannya untuk apa saja.
Namun, untuk kebutuhan corporate gifting, cash juga memiliki beberapa pertimbangan dari sisi administrasi, pajak, compliance, maupun persepsi; terutama ketika diberikan kepada pelanggan, distributor, dealer, atau partner bisnis.
Karena itu, perusahaan membutuhkan alternatif hadiah corporate gifting yang tetap memberikan kebebasan kepada penerima tanpa harus selalu memberikan uang tunai.
Cara Baru untuk Memberi Hadiah: Flexible Rewards
Dari kelima masalah di atas, benang merahnya sama yaitu gifting butuh cara yang lebih fleksibel, tapi tetap terkontrol dari sisi perusahaan.
Konsep flexible reward menjawab ini dengan sederhana. Alih-alih menentukan satu barang atau voucher untuk semua orang, perusahaan cukup menentukan nominal, dan penerima bebas menukarkannya sesuai kebutuhan masing-masing.
Perusahaan tetap pegang kendali penuh atas budget, nominal, branding, dan campaign. Penerima mendapat pengalaman yang jauh lebih personal, karena merekalah yang menentukan reward yang paling sesuai untuk diri mereka.
Tadakado: Flexible Gift Voucher untuk Berbagai Kebutuhan

Konsep flexible rewards ini menjadi salah satu dasar dari Tadakado, gift voucher dari Tada yang dirancang untuk memberikan lebih banyak pilihan ke penerima hadiah.
Perusahaan dapat menentukan nominal voucher dan menyesuaikan desain serta pesan sesuai kebutuhan campaign. Tadakado juga tersedia dalam format digital maupun fisik, sehingga perusahaan dapat memilih format yang paling sesuai dengan kebutuhan gifting mereka.
Setelah menerima voucher, penerima tidak terpaku pada satu jenis hadiah atau satu merchant. Mereka dapat menggunakan balance voucher Tadakado untuk berbagai kebutuhan, mulai dari:
-
-
- Top up e-wallet
- Pulsa dan kebutuhan digital
- Voucher shopping dan F&B
- Elektronik dan gadget
- Pembayaran tagihan
- Berbagai pilihan barang fisik
- Hingga pembayaran belanjaan di jutaan merchant yang menerima pembayaran dengan QRIS
-
Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak perlu menebak apakah hadiah tertentu akan disukai semua penerima.
Lebih Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan Perusahaan
Karena tidak terpaku pada satu jenis hadiah, Tadakado dapat digunakan untuk berbagai momen dan kebutuhan corporate gifting, seperti:
-
-
- Employee rewards
Apresiasi kinerja, masa kerja, employee engagement, atau welcome gift. - Sales incentives
Reward untuk sales yang mencapai target tertentu. - Channel incentives
Apresiasi untuk distributor, dealer, retailer, dan partner yang mencapai target tertentu. - Customer loyalty
Reward untuk pelanggan sebagai bagian dari loyalty program atau campaign. - Corporate gifting
Hadiah untuk klien, partner, maupun stakeholder dalam berbagai momen.
- Employee rewards
-
Dan tentu saja, hadiah untuk berbagai acara perusahaan, termasuk hadiah 17-an, Lebaran, Natal, dan perayaan lainnya.
Ingin memberikan reward yang lebih fleksibel untuk karyawan, pelanggan, sales, atau partner bisnis Anda? Pesan voucher Tadakado Anda sekarang dan tim sales kami akan membantu Anda.