---
title: 8 Tantangan Menjalankan Program Loyalty untuk Customer dan B2B Channel Partner
description: Apa saja tantangan menjalankan program loyalty untuk customer dan B2B channel partner? Simak 8 tantangan yang sering dihadapi brand dan cara mengatasinya.
image: https://blog.usetada.com/hubfs/challenge%20loyalty%20program%20for%20customers%20and%20channel%20partners.jpg
---

[![Logo TADA](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/image%2067%20(1).png "TADA")](https://www.usetada.com)

![Dropdown Navigation Icon](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/hamburger.svg "Menu")

[Blog](https://blog.usetada.com/id)

[B2B Loyalty](https://blog.usetada.com/id/tag/b2b-loyalty-program)

[B2C Loyalty](https://blog.usetada.com/id/tag/customer-loyalty)

[Tadakado](https://blog.usetada.com/id/tag/tadakado)

[News](https://blog.usetada.com/id/tag/news)

![Icon Globe](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/globe.svg "Language") Indonesia

[English](https://blog.usetada.com/en) [Indonesia](https://blog.usetada.com/id)

- [Home](https://blog.usetada.com/id)
- 8 Tantangan Menjalankan Program Loyalty untuk Customer dan B2B Channel Partner

# 8 Tantangan Menjalankan Program Loyalty untuk Customer dan B2B Channel Partner

Topics:

[B2B Loyalty Program](https://blog.usetada.com/id/tag/b2b-loyalty-program)

[Customer Loyalty](https://blog.usetada.com/id/tag/customer-loyalty)

Jan 15, 2024 • 9 min read

![challenge loyalty program for customers and channel partners](https://blog.usetada.com/hs-fs/hubfs/challenge%20loyalty%20program%20for%20customers%20and%20channel%20partners.jpg?width=790&height=412&name=challenge%20loyalty%20program%20for%20customers%20and%20channel%20partners.jpg)

Meluncurkan [program loyalty](https://www.usetada.com/id/tada-loyalty/) itu bagian yang mudah. Yang lebih sulit adalah menjaganya tetap relevan dan produktif secara komersial dari waktu ke waktu.

Banyak bisnis meremehkan berapa banyak effort yang dibutuhkan setelah program loyalty diluncurkan. Ini bukan sistem yang bisa dibiarkan berjalan sendiri. Program loyalty butuh active management, measurerutin, dan kemauan untuk memperbaiki hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan.

Brand yang sukses dengan [program loyalty](https://www.usetada.com/id/tada-loyalty/) bukan karena mereka membangun program yang sempurna sejak hari pertama; tapi karena mereka mengenali tantangannya lebih awal dan mengatasinya sebelum member memilih untuk pergi. Berikut beberapa diantaranya:

## **1. Menjaga Member Tetap Aktif Setelah Sign-Up**

Drop-off terbesar dalam program loyalty terjadi di antara pendaftaran dan interaksi kedua.

- - - **Untuk program customer loyalty:** seseorang sign up; kadang karena bonus pendaftaran, kadang karena memang tertarik, lalu tidak pernah aktif lagi. Inilah yang disebut engagement gap, dan di sinilah banyak program loyalty diam-diam mulai goyah. Bukan berarti customer tidak loyal. Mereka cuma kewalahan. Rata-rata konsumen terdaftar di lebih banyak program loyalty dari yang bisa mereka pantau, dan kebanyakan program tidak cukup berusaha untuk tetap visible di antara transaksi.
          - **Untuk [program B2B loyalty](https://blog.usetada.com/id/tips-memilih-platform-loyalty-untuk-program-b2b-loyalty):** tantangannya serupa tapi lebih kompleks. Distributor yang mengelola beberapa brand sekaligus secara alami akan fokus ke program yang paling aktif berkomunikasi dan paling jelas memberikan [reward](https://www.usetada.com/id/tada-rewards/). Program yang idle setelah launch akan dengan sendirinya turun prioritas.

## **2. Membuat Reward Terasa Relevan**

Program loyalty hanya sebaik apa yang ditawarkannya, dan tawaran itu hanya berhasil kalau sesuai dengan apa yang benar-benar diinginkan member, bukan apa yang diasumsikan tim internal Anda.

- - - **Untuk program customer loyalty:** lebih dari setengah konsumen millennial mengatakan mereka akan meninggalkan program loyalty kalau reward-nya tidak menarik atau tidak relevan. (sumber: Statista) "Relevan" adalah kata kuncinya; bukan soal nilai reward semata, tapi apakah reward itu fit dengan kehidupan nyata mereka.
          - **Untuk [program B2B loyalty](https://blog.usetada.com/id/apa-itu-program-b2b-loyalty):** reward relevance punya bentuk yang berbeda. Reward yang cocok untuk manajer distributor senior mungkin tidak nyambung dengan sales rep frontline yang membuat keputusan penjualan sehari-hari. Program yang memperlakukan semua partner secara identik akan selalu kalah dari yang punya reward structure tersegmentasi.

Hanya **22% bisnis** yang saat ini memberikan level personalisasi yang diharapkan customer; menciptakan gap besar antara apa yang ditawarkan program dan apa yang benar-benar dihargai member. (Sumber: McKinsey)

## **3. Aturan yang Terlalu Rumit untuk Diikuti**

Earning rules yang butuh waktu lama untuk dipahami adalah salah satu penyebab program loyalty pelan-pelan kehilangan member. Setiap lapisan kompleksitas; syarat tambahan, SKU yang dikecualikan, earn rate berbeda per kategori, minimum redemption, mengurangi partisipasi aktif.

Bukan karena member tidak paham. Tapi karena tidak ada orang yang punya bandwidth lebih untuk memahami sistem yang harusnya menguntungkan mereka.

- - - **Untuk program customer loyalty:** terlalu lama mendapatkan reward adalah alasan paling umum konsumen tidak menyukai program loyalty. (sumber: Loyalty Magazine) Akumulasi yang lambat dan aturan yang membingungkan sama-sama membuat program terasa seperti teka-teki dan tidak worth it.
          - **Untuk program B2B loyalty:** tim penjualan [distributor](https://blog.usetada.com/id/memahami-pain-point-distributor-fmcg) fokus menjual produk, bukan menghitung poin. Kalau mekanisme earning butuh lebih dari satu menit untuk dijelaskan ke partner baru, program Anda sudah dalam masalah sebelum benar-benar dimulai.

## **4. Personalisasi dalam Skala Besar**

Personalisasi secara konsisten menjadi driver kepuasan program loyalty yang paling penting; tapi juga salah satu yang paling sulit dieksekusi dengan baik dalam skala besar.

- - - **Untuk program customer loyalty:** ekspektasi sudah terbentuk dari pengalaman dengan program loyalty popular; misalnya recommendation engine Amazon, personalized star challenges Starbucks, atau individual offers dari Grab. Ketika program loyalty masih menggunakan generic broadcast message, rasanya sudah tertinggal jauh.
            
                  - - **92%** bisnis menggunakan AI-driven personalization untuk mendorong pertumbuhan (sumber: Twilio Segment 2024), tapi gap antara prioritas dan eksekusi nyatanya masih sangat lebar.
                            - **36%** CMO mengakui mengelola data secara efektif adalah tantangan besar. (sumber: PwC)
                            - **63%** digital marketing leaders mengatakan memanfaatkan integrated customer data untuk eksekusi masih sulit dilakukan. (sumber: Gartner)
          - ** Untuk program B2B loyalty:** personalisasi bukan cuma soal rekomendasi katalog; tapi mengatur target, earning structure, dan komunikasi yang berbeda untuk setiap segmen partner. Distributor regional mid-tier dan grosir nasional tidak seharusnya menjalankan experience yang sama dengan target yang identik.

## **5. Integrasi Teknologi dan Sistem**

Program loyalty bisa berjalan baik ditopang infrastruktur yang menjalankannya. Bagi banyak bisnis, mengintegrasikan [loyalty platform](https://www.usetada.com/id/) dengan sistem yang sudah ada; CRM, POS, ERP, e-commerce, portal distributor, adalah salah satu tantangan operasional terbesar.

**77%** bisnis memprioritaskan investasi API untuk program loyalty mereka, namun **81%** masih menganggap API integration sebagai tantangan terbesar yang terus mereka hadapi. (sumber: Loyalty Uncovered 2025 — Propello)

Ketika integrasi gagal, dampaknya langsung terasa:

- - - Poin yang butuh berhari-hari untuk terupdate
          - Proses redemption yang error di tengah jalan
          - Riwayat member yang tidak sinkron antar touchpoint

Setiap kegagalan teknis mengikis kepercayaan member, dan trust yang hilang sangat sulit dibangun kembali.

Khusus untuk program B2B, kegagalan integrasi dengan sistem pelaporan penjualan berarti poin tidak bisa diberikan berdasarkan data sell-through yang terverifikasi. Akibatnya, Anda terpaksa menggunakan proses klaim manual yang lambat dan bisa error; atau mengandalkan data yang dilaporkan sendiri oleh partner yang rawan dimanipulasi.

## **6. Privasi Data dan Kepercayaan Member**

Program loyalty pada dasarnya adalah sistem pengumpulan data. Program ini belajar dari behavior member untuk memberikan personalisasi yang lebih baik dan reward yang lebih tepat sasaran. Tapi hubungan ini membutuhkan trust, dan trust itu rapuh.

- - - **63%** pengguna internet percaya sebagian besar perusahaan tidak transparan tentang penggunaan data mereka.
          - **48%** konsumen pernah berhenti berbelanja dari sebuah perusahaan karena alasan privasi data. (sumber: Ratnesh Pandey)
          - Lebih dari **sepertiga konsumen** akan menarik loyalitasnya jika brand menyalahgunakan data pribadi mereka; naik dari 30% tahun sebelumnya. (sumber: Customer Loyalty Index 2025, Emarsys)
          - **76%** CMO mengatakan kepatuhan terhadap regulasi privasi adalah tantangan nyata, terutama karena aturan perlindungan data berbeda-beda di setiap negara. (sumber: PwC)

Personalisasi membutuhkan data, tapi meminta terlalu banyak terlalu cepat bisa menghambat pendaftaran dan mengikis kepercayaan.

Program yang paling berhasil adalah yang transparan: apa yang dikumpulkan, kenapa, dan apa yang didapat member sebagai imbalannya. Data sharing harus terasa seperti pertukaran yang adil, bukan kewajiban.

## **7. Membuktikan dan Mengukur ROI**

Program loyalty yang tidak bisa menunjukkan nilai komersialnya tidak akan bertahan di budget review berikutnya. Tapi mengukur ROI program loyalty lebih kompleks dari yang kebanyakan bisnis bayangkan.

**83%** program yang mengukur ROI dengan benar melaporkan return yang positif. (Sumber: Antavo Global Customer Loyalty Report 2025) Hanya menghitung jumlah pendaftar atau total poin yang dikeluarkan tidak memberitahu Anda apakah program benar-benar mengubah behavior.

Metrik yang benar-benar penting, seperti perbandingan revenue member terdaftar vs. tidak terdaftar, redemption rate, perubahan frekuensi pembelian, dan [customer lifetime value](https://blog.usetada.com/id/customer-lifetime-value-clv) untuk member aktif versus yang dormant, semuanya butuh measurement infrastructure yang dibangun sebelum program diluncurkan, bukan ditambahkan belakangan.

Untuk program B2B, tracking menjadi lebih kompleks karena sulitnya mengatribusikan performa sell-through ke program loyalty dibanding aktivitas komersial lain yang berjalan bersamaan.

## **8. Kompleksitas Khusus Program Loyalty B2B**

Menjalankan program loyalty untuk channel partner membawa tantangan yang tidak dihadapi program customer:

- - - **Partner network yang beragam.** Distributor nasional besar dan retailer independen kecil hidup dalam realita komersial yang sangat berbeda. Program yang dirancang untuk satu pihak tidak akan memotivasi pihak lainnya. Segmentasi bukan opsional, tapi adalah mekanisme utama agar program bisa menjangkau seluruh partner base secara efektif.
          - **Multi-tier distribution.** Di banyak pasar, brand tidak punya hubungan langsung dengan retailer; ada distributor, dan mungkin sub-distributor di antaranya. Memastikan komunikasi program dan reward delivery berjalan lancer melewati beberapa tier ini adalah tantangan operasional yang nyata.
          - **Digital readiness yang beragam.** Di konteks traditional trade APAC, banyak channel partner; retailer kecil, sub-distributor atau pemilik toko kelontong di kota-kota tier kedua, tidak terbiasa menggunakan web portal atau mengelola akun aplikasi terpisah. [Program loyalty berbasis WhatsApp](https://blog.usetada.com/id/cara-mengurangi-retailer-churn-dengan-whatsapp-loyalty) menyelesaikan karena mereka sudah gunakan app ini setiap hari.
          - **Kredibilitas payout.** Late reward delivery dalam program B2B jauh lebih merusak dibanding di program customer. Customer yang menunggu seminggu lebih untuk redemption hanya merasa tidak nyaman. Distributor yang menunggu sebulan untuk payout rebate mulai mempertanyakan apakah program ini serius dan persepsi itu menyebar cepat ke peer network mereka di jalur distribusi.

## **Wrap up!**

Tantangan menjalankan program loyalty itu nyata, tapi semuanya bisa diatasi. Bisnis yang gagal biasanya meluncurkan tanpa measurement infrastructure yang memadai, merancang tanpa pemahaman audiens yang sesungguhnya, atau menganggap launch sebagai titik akhir, bukan titik awal.

[Tada](https://www.usetada.com/id/) hadir untuk membantu bisnis menjalankan program loyalty dengan lebih mudah; dari real-time dashboard, solusi [WhatsApp loyalty](https://blog.usetada.com/id/manfaat-whatsapp-loyalty-program-untuk-bisnis), katalog reward fleksibel termasuk Tadakado (dapat dipakai untuk bayar transaksi dengan QRIS), hingga pilihan deployment di SaaS, private cloud, dan on-premise. Request demo kami sekarang!

[![Request Our Demo](https://hubspot-no-cache-na2-prod.s3.amazonaws.com/cta/default/4770394/c1459130-f313-44ec-a69a-c8667e71badd.png)](https://hubspot-cta-redirect-na2-prod.s3.amazonaws.com/cta/redirect/4770394/c1459130-f313-44ec-a69a-c8667e71badd)

![Profile](https://app.hubspot.com/settings/avatar/273506d958f950bc75b9f77fdf68c3c6 "Nuraini")

[Nuraini](https://blog.usetada.com/id/author/nuraini)

Content marketing specialist

*Don't forget to share this post!*

![Icon Facebook](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/ic-fb-2.svg "Facebook")

![Icon LinkedIn](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/ic-linkedin.svg "LinkedIn")

![Icon WhatsApp](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/ic-wa.svg "WhatsApp")

 Related Article

![logo](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/logo-tada-ai-driven.png)

Indonesia

 Foresta Business Loft 7 unit 18, Jl. BSD Boulevard Utara, Lengkong Kulon, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15331

Malaysia

 Common Ground Iskandar Spaces, A-FF01-03 & B-FF-01-07, Common Ground Petaling Jaya, G.016, Ground Floor & 1.013 First Floor, The Square, Jaya One, 72A, Jalan Prof Diraja Ungku Aziz, Seksyen 13, 46200 Petaling Jaya, Selangor

Singapore

 1 Raffles Place #18-61, One Raffles Place Singapore (048816)

Solutions

- [Tada Loyalty](https://www.usetada.com/en/tada-loyalty/)
- [Tada Rewards](https://www.usetada.com/en/tada-rewards/)
- [Tadakado](https://tadakado.com/)

Resources

- [Blog](https://blog.usetada.com/en)
- [Case Studies & e-Books](https://www.usetada.com/en/case-study/)
- [News](https://blog.usetada.com/en/tag/news)

Company

- [About Us](https://www.usetada.com/en/about-us/)
- [Careers](https://www.usetada.com/en/career/)
- [Media Coverage](https://www.usetada.com/en/media-coverage/)

![ISO](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/ISO%20(1).png)

![Marketing Excellence Awards](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/MEA.svg)

![Loyalty and Engagement Award](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/LEA.svg)

![badge](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/badge1.svg)

![badge](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/badge2.svg)

![badge](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/badge3.svg)

![badge](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/badge4.svg)

![badge](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/badge5.svg)

---

Follow Us On:

[![LinkedIn](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/ic-linkedin.svg)](https://id.linkedin.com/company/usetada) [![YouTube](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/ic-youtube.svg)](https://www.youtube.com/@usetada) [![Instagram](https://blog.usetada.com/hubfs/Blog%20Template/Footer/ic-instagram.svg)](https://www.instagram.com/usetada/)

Solutions

- [Tada Loyalty](https://www.usetada.com/en/tada-loyalty/)
- [Tada Rewards](https://www.usetada.com/en/tada-rewards/)
- [Tadakado](https://tadakado.com/)

Resources

- [Blog](https://blog.usetada.com/en)
- [Case Studies & e-Books](https://www.usetada.com/en/case-study/)
- [News](https://blog.usetada.com/en/tag/news)

Company

- [About Us](https://www.usetada.com/en/about-us/)
- [Careers](https://www.usetada.com/en/career/)
- [Media Coverage](https://www.usetada.com/en/media-coverage/)

Indonesia

 Foresta Business Loft 7 unit 18, Jl. BSD Boulevard Utara, Lengkong Kulon, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15331

Malaysia

 Common Ground Iskandar Spaces, A-FF01-03 & B-FF-01-07, Common Ground Petaling Jaya, G.016, Ground Floor & 1.013 First Floor, The Square, Jaya One, 72A, Jalan Prof Diraja Ungku Aziz, Seksyen 13, 46200 Petaling Jaya, Selangor

Singapore

 1 Raffles Place #18-61, One Raffles Place Singapore (048816)

[Privacy Policy](https://www.usetada.com/id/privacy-policy/) [Terms and Conditions](https://www.usetada.com/id/terms-and-conditions/) [Help Center](https://help.usetada.com/)

Copyright © 2023 Tada, Inc.

```json
{
  "@context" : "https://schema.org",
  "@type" : "BlogPosting",
  "author" : {
    "@type" : "Person",
    "name" : "Nuraini",
    "url" : "https://blog.usetada.com/id/author/nuraini"
  },
  "dateModified" : "2026-03-11T07:03:15.671Z",
  "datePublished" : "2024-01-15T04:00:00.000Z",
  "headline" : "8 Tantangan Menjalankan Program Loyalty untuk Customer dan B2B Channel Partner",
  "image" : [ "https://blog.usetada.com/hubfs/challenge%20loyalty%20program%20for%20customers%20and%20channel%20partners.jpg" ],
  "mainEntityOfPage" : {
    "@id" : "https://blog.usetada.com/id/tantangan-menjalankan-program-loyalty",
    "@type" : "WebPage"
  },
  "publisher" : {
    "@type" : "Organization",
    "logo" : {
      "@type" : "ImageObject",
      "url" : "https://blog.usetada.com/hubfs/TADA-LOGO-WHITE-1.png"
    },
    "name" : "PT AKSI VISITAMA"
  }
}
```