<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
Request a Demo

TADA Marketing & Customer Retention Blog

9 min read

Build vs Buy – Jawaban bagi Dilema Besar dalam Software Bisnis

.

WhatsApp Image 2021-08-19 at 11.18.48 AM

Kebutuhan bisnis yang terus berubah mengharuskan bisnis mempertimbangkan pertanyaan penting: haruskah membuat software bisnis sendiri atau membelinya?

Bagi kebanyakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), jawabannya cukup jelas: bekerja sendiri untuk menyelesaikan tugas. Seiring dengan bertumbuhnya skala bisnis, keputusan ini menjadi lebih sulit.

Beberapa bisnis membutuhkan solusi yang customized, kebanyakan bisnis lain membutuhkan solusi dengan kegunaan yang luas untuk mendukung lajunya. Bisnis dengan sumber daya yang cukup mungkin merasa membuat software sendiri lebih efisien. Tapi apakah benar demikian?

Artikel ini akan membahas:

Dilema besar dalam bisnis

Sekilas, sangat masuk akal jika bisnis ingin membangun software sendiri. Membangun software memberikan kebebasan customization; pilihan ini juga menarik bagi bisnis dengan modal terbatas atau bisnis yang memiliki tim yang mampu membangunnya. Bisnis juga mungkin mengira mereka yang paling mampu membangun software yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Bagaimana dengan membeli?

Sekarang ini, banyak solusi SaaS (Software as a Service) hadir untuk membantu bisnis membangun software terbaik. Penyedia jasa SaaS adalah bagian dari ekonomi subscription yang menguntungkan bagi bisnis karena mereka cukup melakukan pembayaran di depan untuk menerima software bersama dengan bantuan, maintenance, dan segala upgrade yang diperlukan kelak.

Saat ini, menurut ReportLinker, pasar SaaS pun sedang bertumbuh pesat dengan laju pertumbuhan 18% per tahunnya, karena SaaS menawarkan otomasi dan kecepatan yang sangat mendukung pertumbuhan bisnis.

Namun, banyak bisnis tetap ragu membeli software dari penyedia jasa SaaS karena berbagai pertimbangan dan miskonsepsi. Padahal, SaaS merupakan alternatif menarik dari membangun software bisnis sendiri. Dengan SaaS, bisnis dapat memesan dan menggunakan software sesuai periode waktu yang disetujui cukup dengan membayar biaya langganan.

To build or not to build?

Keputusan membeli atau membangun software akan berdampak besar pada keseluruhan bisnis. Inilah beberapa pro dan kontra dari kedua sisi untuk membantu Anda mempertimbangkannya sesuai kondisi bisnis saat ini dan membuat keputusan yang terbaik.

WhatsApp Image 2021-08-19 at 2.12.37 PM

Mengapa Anda perlu mempertimbangkan membeli produk SaaS

Inilah keuntungan terbesar dari membeli software sendiri:

  • Menghemat waktu dan biaya

Jika membangun software sendiri, Anda perlu menghabiskan waktu dan biaya yang banyak untuk mengembangkannya. Dengan membeli, waktu untuk instalasi dan konfigurasi akan jauh berkurang. Anda juga bisa menghemat biaya karena software Anda ada dalam shared environment. Anda dapat mengakses teknologi yang jauh lebih mahal jika dibangun sendiri.

  • Lebih scalable

Bisnis yang membangun software sendiri tidak selalu bisa meng-upscale software-nya karena memakan biaya besar, membutuhkan fitur serta pelatihan yang lebih banyak. Kabar baiknya, scalability adalah keunggulan produk SaaS. Software dapat di-upgrade dan upscale kapanpun dan penyedia jasa SaaS-lah yang akan mengurus perencanaan kapasitas server. Anda pun bisa mengubah skalanya lagi kapanpun diperlukan.

  • Lebih kompatibel

SaaS memastikan pengguna selalu mendapat versi paling up-to-date dari software. Salah satu karakteristik SaaS adalah mengeliminasi isu maintenance dan kompatibilitas software, sehingga penggunaannya akan lebih mulus dan bisnis Anda bisa lebih produktif.

Kapan Anda bisa mengambil keputusan Buy 

Bisnis mendapat lebih banyak keuntungan jika membeli SaaS. Inilah beberapa indikasi bahwa membeli adalah solusi yang tepat bagi Anda.

  1. Saat biaya menjadi salah satu pertimbangan

    Membangun bukan opsi yang tepat bagi bisnis dengan modal terbatas karena mereka harus menanggung biaya dari keseluruhan proses mulai dari pembangunan awal, testing QA, pembetulan, upgrade, maintenance, dan banyak lagi. Bisnis perlu tahu bahwa biaya yang harus dipertimbangkan dalam membuat software tidak berhenti setelah software selesai. Biaya maintenance justru 4 kali lebih mahal daripada biaya pengembangan.
    Sebaliknya, membeli dari jasa SaaS lebih murah karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang disebutkan di atas. Anda cukup membayar biaya langganan dan penyedia jasa SaaS akan membantu Anda mengurus semua itu. Karena penyedia jasa SaaS berfokus membangun software bagi banyak pelanggan, biaya yang Anda harus bayar akan lebih rendah karena mereka mendistribusikan biayanya pada base pelanggan yang luas. Jika Anda nantinya berubah pikiran, Anda pun bisa berhenti berlangganan kapanpun tanpa biaya lain.
  2. Saat Anda atau tim tidak memiliki keahlian teknologi

    Sangat dapat dimaklumi jika teknologi bukanlah keahlian utama bisnis Anda. Bisnis dengan masalah seperti ini lebih baik membeli software daripada membangun. Developer SaaS merupakan tim yang berfokus pada pembuatan software, sehingga keberhasilan software Anda akan jauh lebih terjamin.
    Meskipun Anda tidak sepenuhnya mengendalikan proses pembangunannya, developer SaaS lebih memahami fitur yang paling dibutuhkan bisnis Anda, berkat pengalaman mereka dari banyak klien sebelumnya. Mereka dapat menawarkan fitur yang paling relevan bagi Anda.
  3. Saat Anda punya prioritas lain dalam bisnis

    Membangun software memakan lebih banyak waktu dari yang Anda perkirakan, karena juga memerlukan testing, upgrade, pelatihan tim, dan troubleshooting. Dengan berkembangnya bisnis Anda, Anda juga perlu meng-upscale software tersebut untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang bertambah. Ini tidak selalu bisa menjadi fokus utama Anda karena adanya prioritas lain.
    Dengan jasa SaaS, karena membangun software adalah fokus mereka, software Anda bisa di-upscale kapanpun dibutuhkan tanpa merepotkan Anda. Akan semakin mudah menambahkan sistem, fitur, dan aplikasi baru pada tahap manapun dalam perjalanan Anda.

Langkah selanjutnya setelah keputusan membeli software

  1. Ketahui kebutuhan bisnis 

Awalnya, Anda mungkin ingin memasukkan fitur sebanyak-banyaknya dalam software, padahal ini kurang ideal. Studi terkini menemukan bisnis Amerika Serikat mengalami kerugian $30 M per tahun untuk software yang kurang terpakai.

Ini menunjukkan bahwa bisnis sering membeli software tanpa terlebih dahulu mengetahui kebutuhan mereka dengan tepat. Diskusikan dengan developer SaaS Anda dan pertimbangkan apa Anda betul-betul membutuhkan setiap fitur sebelum menyetujui pembangunan software.

  1. Berpikir jangka panjang untuk masa depan

Pastikan jasa SaaS yang Anda pilih bisa meng-upscale software dengan berkembangnya bisnis Anda. Apa Anda puas dengan biaya langganan jika sewaktu-waktu software harus di-upscale? Anda juga sebaiknya melihat keseluruhan fitur yang ditawarkan jasa SaaS. Apa ada teknologi yang mungkin akan relevan di masa depan bisnis Anda? Jika ya, maka Anda sudah menemukan jasa SaaS yang tepat bagi bisnis Anda.

  1. Pilih SaaS yang menawarkan integrasi software third-party

Integrasi dengan software third-party adalah salah satu keuntungan besar dari SaaS. Pilih jasa SaaS yang dapat melakukan integrasi dengan partner third-party melalui API sehingga meningkatkan fleksibilitas dan kecepatan bisnis.

Tanyakan lebih jauh apakah integrasi tersebut berupa sistem plug-and-play sederhana atau yang memerlukan aplikasi atau bantuan berbayar tambahan. Pastikan juga integrasi yang ditawarkan memiliki fungsionalitas yang tinggi. Jika Anda tidak yakin API mana yang cocok dengan bisnis, diskusikan dengan jasa SaaS untuk mencegah pengeluaran yang kurang diperlukan.

Kesimpulan

Pertimbangan buy vs. build adalah isu yang sering ditemukan dalam bisnis yang ingin memiliki software sendiri untuk melancarkan operasi. Meskipun membangun software sendiri tampak seperti solusi yang lebih efisien, pemikiran ini perlu ditelaah lagi. 

Menggunakan jasa SaaS justru dapat membantu Anda menghemat biaya dan mendapatkan fitur yang terbaik, terutama jika Anda ingin meningkatkan skala bisnis. SaaS juga lebih scalable, fleksibel, dan dapat diintegrasikan dengan partner pihak ketiga yang cocok dengan ekosistem bisnis.

TADA telah membantu banyak bisnis menciptakan software yang paling relevan dengan kebutuhan mereka. Jika saat ini bisnis Anda sedang membutuhkan hal yang serupa, jangan ragu untuk menghubungi kami untuk mencari tahu lebih lanjut tentang layanan yang kami tawarkan. Hubungi kami hari ini!

Request a Demo

Topics: Business Model

Nida Amalia
By Nida Amalia

SEO and Content Marketing Specialist who loves art, music, and movie.

Featured