<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
Request a Demo

Tada Loyalty & Customer Retention Blog

3 min read

Cara Mudah Memulai Program Loyalty dalam Lima Langkah

.

Salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan bisnis startup Anda adalah dengan menciptakan program loyalty. Program reward masih tetap menjadi salah satu metode paling efisien untuk startup, dengan cara memberikan reward kepada customer yang sudah berlangganan sehingga mereka akan terus kembali.

Ini sangat penting karena mendatangkan customer baru memerlukan biaya antara 5-25 kali lebih tinggi dibandingkan mempertahankan customer lama, demikian menurut Frederick Reichheld dari Bain & Company. Frederick juga mengemukakan bahwa lebih baik menghabiskan biaya marketing untuk mengelola relationship bisnis dengan customer yang sudah dikenal.

20illustrasi-16

Program loyalty sudah ada sejak dahulu kala dan terus diterapkan hingga sekarang. Lantas, bagaimana cara memulai program loyaty yang dapat menguntungkan bisnis Anda? Simak langkahnya berikut ini:

1. Menentukan Jenis Reward yang Akan Diberikan

Pertama, Anda bisa menentukan terlebih dahulu jenis reward yang akan diberikan dan mengapa memilih reward tersebut. Lebih baik memberikan reward yang lebih simpel daripada yang terlalu besar. Anda dapat memilih jenis reward yang bisa membuat customer lebih hemat. Sebab, berdasarkan penelitian terbukti bahwa 57 persen customer mau mendaftar untuk program yang bisa membuat mereka hemat. Jika Anda memberikan reward secara rutin, customer cenderung akan lebih sering menggunakan program loyalty yang Anda sediakan.

2. Membuat Semua Prosesnya Sederhana

Program loyalty yang terbaik itu memudahkan customer untuk bergabung. Mereka bisa bergabung dengan mudah dan cepat, sehingga membuat karyawan Anda dan customer sama-sama nyaman. Jika prosesnya terlalu lama, atau ada terlalu banyak informasi yang perlu disampaikan sebelum customer mendaftar, mereka cenderung membatalkan pendaftarannya. Idealnya, karyawan atau customer service Anda bisa menjelaskan program reward kurang dari 30 detik. Jika lebih dari itu bisa jadi terlalu lama.

3. Memastikan Programnya Mudah Dikelola

Pastikan bahwa program yang Anda ciptakan tidak menyulitkan Anda dengan tugas-tugas manajemen tambahan. Seringkali, para entrepeneur mulai dengan itikad baik dalam menciptakan program reward. Namun, sayangnya seiring berjalannya waktu mereka sering tidak sempat mengelola atau menganalisis data laporannya. Jadi, akan lebih baik jika Anda memastikan program loyalty Anda bisa berjalan ‘sendiri’, artinya tanpa perlu pengawasan intens dari Anda, serta mampu menghasilkan output baik tanpa membuat manajemen bisnis Anda kepayahan.

4. Pertimbangkan Mencontoh Program Text-To-Join

Menurut studi Bond Loyalty Report tahun 2016 terhadap program-program brand loyalty, 57 persen customer lebih memilih berinteraksi dengan program loyalty melalui perangkat mobile. Program loyalty text-to-join, di mana customer cukup mendaftar dengan cara mengirimkan SMS atau chat berisi nama depan mereka ke nomor khusus, merupakan cara paling efisien dan efektif. Program ini memudahkan customer untuk memberikan nama mereka saat berbelanja, dan hanya text customer yang mendapatkan poin redeem. Kelebihannya, customer tidak perlu membawa-bawa kartu atau download aplikasi saat akan menikmati program ini.

5. Memastikan Siapa yang Paling Diuntungkan Program Loyalty

Apakah program loyalty Anda benar-benar sudah menguntungkan customer? Jika belum, ada baiknya Anda tinjau kembali strategi loyalty tersebut. Tujuan program loyalty sendiri umumnya untuk memudahkan pembayaran yang dilakukan oleh customer. Kemudahan tersebut bisa berupa poin yang telah dikumpulkan dan bisa ditukarkan dengan produk tertentu, atau bentuk layanan lainnya.

Sebagai bisnis startup, perusahaan Anda juga tidak perlu serta-merta mengadaptasi strategi yang dilakukan perusahaan besar. Sebab, perusahaan besar juga memiliki database customer besar, sehingga strategi loyalty mereka tidak akan sama efektivitasnya jika diterapkan pada bisnis Anda. Terapkan strategi yang sesuai dengan bisnis Anda saat ini.

Clara Alverina
By Clara Alverina

I'm marketing enthusiastic and inherently understands that the customer is the single most valuable asset an organization can have, and driven by the unrelenting pursuit of customer-retention focus, engagement and customer experience.

Featured