<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
Request a Demo

TADA Marketing & Customer Retention Blog

7 min read

Employee Benefit, Keuntungan dan Penerapannya Bagi Perusahaan

.

"Always treat your employees exactly as you want them to treat your best customers."

Pernyataan Stephen R. Covey dalam buku fenomenalnya The 7 Habits of Highly Effective People cukup mengingatkan para pelaku bisnis tentang bagaimana memperlakukan pegawai dalam proporsi tepat untuk mencapai tujuan bisnis.

Terdapat banyak pilihan yang bisa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawainya. Kebijakan pemberian tunjangan dan Employee Benefit merupakan salah satu yang menjadi andalan.

Di beberapa negara, pemerintahnya bahkan mewajibkan perusahaan untuk memberikan benefit tertentu. Di Indonesia, employee benefit ini diatur dalam Peraturan Presiden No.64 tahun 2020 yang mewajibkan perusahaan untuk memberikan benefit berupa kepesertaan BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan. Namun, pada prakteknya masih banyak perusahaan yang maju mundur dalam menerapkan Employee Benefits ini. Alasannya, anggaran yang dikeluarkan untuk program ini tidaklah sedikit. Mari kita lihat lebih dalam bagaimana Employee Benefit ini bekerja dan memberikan keuntungan bagi perusahaan Anda!

Artikel ini membahas:

  1. Pengertian Employee Benefits
  2. Pentingnya Employee Benefits
  3. Bagaimana menghitung Employee Benefits Yang Proporsional?
  4. Bagaimana merancang Employee Benefits Yang Menarik?

 

Apa itu Employee Benefit?

Employee benefit merupakan keuntungan, fasilitas dan kemudahan yang didapat seorang karyawan karena bekerja di sebuah perusahaan. Employee Benefit tidak hanya soal gaji bulanan, bonus tahunan, dan tunjangan hari raya saja, ada banyak komponen benefit yang disesuaikan dengan tujuan bisnis perusahaan dan kebutuhan karyawannya.  

 

Mengapa Employee Benefits Penting?

Hasil menarik dari survey yang dilaksanakan oleh US Chamber of Commerce Foundation terhadap pekerja milenial di Amerika Serikat menyatakan bahwa lebih dari 50% berpendapat employee benefit mempengaruhi ketertarikan mereka untuk bekerja di suatu perusahaan.  Selain itu, 60% dari responden tersebut menyatakan bahwa employee benefit adalah alasan penting yang membuat mereka bertahan tetap bekerja di suatu perusahaan.

employee benefit-05

Ada beberapa manfaat pemberian employee benefit bagi perusahaan yang bisa dipertimbangkan, antara lain:

  1. Daya Pikat Bagi Pegawai Berbakat

Jika Anda ingin merekrut karyawan berbakat dan terbaik, menyiapkan penawaran benefit employee yang menarik bisa menjadi gerbangnya. Studi yang dilakukan oleh Denver Post menemukan bahwa 50% bisnis dengan jumlah karyawan kurang dari 50 orang menawarkan tunjangan perawatan kesehatan, dan 96% bisnis dengan jumlah karyawan 100 orang menawarkan hal yang sama. Studi tersebut memperlihatkan bahwa untuk bersaing dalam dunia rekruitasi, perusahaan hari ini harus bisa menyiapkan lipstick penarik bagi para calon pegawai. Karena bagi banyak pekerja, employee benefit menjadi salah satu faktor penentu dalam memilih tempat bekerja.

  1. Meningkatkan Loyalitas Pegawai

Bagi karyawan, benefit dari perusahaan dapat meringankan beban yang harus dikeluarkan dari penghasilan mereka. Pemberian benefit ini akan membantu karyawan Anda merasa bahwa Anda peduli dengan kebutuhan pribadi mereka. Pada akhirnya, karyawan akan cenderung lebih loyal terhadap pekerjaan dan perusahaan.

  1. Meningkatkan Retensi dan Menekan turnover pegawai

Semakin betah karyawan bekerja di suatu perusahaan, maka tingkat retensi karyawan di perusahaan tersebut juga semakin tinggi dan sebaliknya tingkat turnover semakin rendah. Employee Benefit dapat membuat karyawan terbaik berpikir berkali-kali jika ingin mengajukan resign dan berpindah ke perusahaan lain, sebab ia akan kehilangan sejumlah manfaat dari perusahaan yang selama ini telah dinikmati.

  1. Menekan Anggaran Rekrutasi Pegawai Baru

Proses rekrutasi penggantian posisi dikarenakan pegawai yang mengundurkan diri tidak hanya mengganggu kinerja dan produktivitas, tetapi juga membuat bisnis berjalan kurang efisien. Bayangkan jika tingkat turnover pegawai tinggi, perusahaan harus sering mengeluarkan biaya perekrutan pegawai baru. Pemberian benefit yang terbukti bisa meningkatkan loyalitas pegawai, tentunya bisa menekan pengeluaran rekrutasi tersebut.

  1. Membentuk Budaya Kerja Positif.

Dalam penelitian tentang menciptakan budaya kerja positif, Harvard Business menemukan dua prinsip utama yaitu memelihara hubungan emosi yang dekat antar rekan kerja dan memberikan kenyamanan pegawai melalui jaminan kesehatan dan benefit tertentu.

employee benefit-08

Perhitungan Employee Benefit yang Proporsional

Sudah menjadi rahasia umum bahwa menawarkan benefit karyawan adalah proposisi yang semakin mahal untuk bisnis. Pasalnya, biaya benefit ini meningkat sebanyak 368% selama 14 tahun terakhir di beberapa negara besar seperti Amerika Serikat.

Mengingat hal tersebut, perusahaan perlu ekstra menghitung anggaran employee benefit ini. Biaya benefit dapat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain dan bahkan antar karyawan, tergantung pada klasifikasi mereka. Berikut adalah cara menghitung biaya Employee Benefit per karyawan dengan mengacu pada jumlah gaji tahunannya.

  1. Buat daftar biaya spesifik dari benefit yang dibayarkan untuk masing-masing karyawan.

    employee benefit-06

Berikut contoh komponen benefit:

  • Asuransi Kesehatan
  • Asuransi Kesehatan Gigi
  • Asuransi Kesehatan Mata
  • Asuransi Jiwa
  • Dana pensiun
  • Asuransi Kecelakaan dan Kematian
  • Bonus
  1. Hitung seluruh komponen benefit

Hitung total keseluruhan biaya tahunan per karyawan berdasarkan komponen detail paket benefit yang diterapkan pada perusahaan. 

  1. Bagilah biaya tunjangan dengan gaji tahunan karyawan

    employee benefit-07

Biaya Employee Benefits / Gaji Tahunan = % Biaya Benefits Per Employee

Contohnya, jika karyawan memperoleh gaji tahunan sebesar Rp50.000.000 dan total biaya komponen benefitnya IDR 10.000.000 per tahun, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

10.000.000 / 50.000.000 = 0.2 (20%)

Maka, dalam kasus ini, employee benefit yang diperoleh adalah sebesar 20% dari gaji tahunannya.

 

Mendesain Employee Benefit yang Kompetitif dan Menarik

Karakteristik dan kebutuhan pegawai yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam mendesain employee benefit yang tidak hanya menarik, tapi juga mampu bersaing dengan perusahaan kompetitor. Kebutuhan yang paling umum biasanya berupa asuransi, pinjaman karyawan, dan kebutuhan gaya hidup.

Pemilihan dan desain manfaat merupakan komponen penting dalam total biaya employee benefit ini. Dalam beberapa kasus, pemberian benefit ini mencapai 40% atau lebih dari biaya total kompensasi. Karena jumlahnya yang tidak sedikit, perusahaan harus menyiapkan desain benefit yang dipikirkan dengan matang dan sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan tersebut.

Berikut beberapa rekomendasi Step-by-Step yang bisa diterapkan perusahaan ketika mendesain employee benefit yang efektif dan menarik:

  1. Identifikasi Tujuan dan Anggaran Perusahaan

Tujuan yang jelas akan memberikan panduan menyeluruh dalam menetapkan pemilihan dan desain program benefit. Langkah pertama ini memberikan gambaran tentang tujuan perusahaan dalam menawarkan tunjangan yang berkesesuaian dengan kebutuhan perusahaan dan pegawainya. Sama pentingnya adalah menentukan anggaran employee benefit, karena sebagian besar pengusaha memiliki kendala biaya dalam menawarkan paket benefit ini kepada karyawan.

  1. Perhatikan Hukum Terkait Employee Benefit

Perusahaan juga perlu mempertimbangkan persyaratan hukum terkait penawaran benefit. Beberapa perusahaan mungkin memiliki kewajiban untuk memberikan benefit khusus, seperti misalnya di Amerika Serikat, Affordable Care Act mengharuskan perusahaan yang memiliki jumlah karyawan diatas 50 orang untuk memberikan asuransi kesehatan yang terjangkau kepada karyawan atau membayar denda. 

  1. Lakukan Need Assessment

Need Assessment atau analisis kebutuhan harus dilakukan untuk menentukan pemilihan dan desain tunjangan terbaik berdasarkan kebutuhan dan keinginan karyawan. Penilaian ini dapat mencakup persepsi perusahaan tentang kebutuhan karyawan, praktik employee benefit pesaing, dan undang-undang dan peraturan perpajakan. Perusahaan dapat menganalisis hasil Need Assessment dan membandingkannya dengan employee benefit yang sebelumnya (jika ada), lalu setelahnya melakukan modifikasi dan penyesuaian dengan kondisi dan kebutuhan karyawan saat ini.

  1. Formulasikan Dengan Cermat

Dengan menggunakan data Need Assessment, perusahaan dapat mulai merumuskan benefit dalam urutan prioritas.

  • Mengidentifikasi dan mempelajari jabatan yang ada di dalam perusahaan.

Setiap perusahaan memiliki beberapa tingkatan jabatan dengan wewenang dan tugas masing masing. Hal ini harus diidentifikasi apakah sudah sesuai dengan hasil yang diinginkan atau belum.

  • Melakukan Internal Equity Melalui Penilaian Jabatan

Internal equity merupakan sebuah upaya dalam menyetarakan benefit antara posisi atau pekerjaan di dalam suatu organisasi. Upaya ini dilakukan dengan cara menyediakan perbedaan benefit itu sendiri, atas dasar yang objektif dan ilmiah berdasarkan kinerja.

  • Menentukan external equity dengan cara survei.

Apabila internal equity ditinjau dari jabatan pada perusahaan itu sendiri, maka external equity adalah kesetaraan benefit yang diberikan kepada para karyawan yang mengerjakan pekerjaan sama dengan perusahaan lainnya. Untuk menetapkan external equity ini, perlu dilakukan survei pada pasar atau perusahaan lainnya yang sejenis.

5. Komunikasi Efektif Dengan Karyawan

Sebagus apapun desain Employee Benefit yang dirancang, hanya akan menjadi hal yang sia-sia jika tidak dikomunikasikan dengan terbuka terhadap karyawan. Jika memungkinkan, bagikan hasil need assessment secara umum kepada mereka, bisa berupa diagram persen respond pertanyaan survey. Berikan juga layanan kritik dan saran sehingga karyawan merasa bahwa kebijakan employee benefit mengakomodir kebutuhan mereka.

Kesimpulan

Hubungan antara perusahaan dan karyawan bersifat saling membutuhkan. Karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan dalam mencapai tujuan bisnis. Disisi lain, perusahaan menjadi tempat bekerja bagi karyawan untuk meraih kesejahteraan hidup bagi dirinya dan keluarga. Untuk itu, employee benefit ini tidak hanya berbicara soal biaya atau beban perusahaan saja, melainkan sebagai investasi bisnis jangka panjang yang harus dipertimbangkan penerapannya oleh perusahaan selain hanya sebagai penggugur kewajiban dari kebijakan pemerintah semata.

TADA telah membantu banyak bisnis membuat software dan aplikasi yang sesuai untuk menjawab kebutuhan spesifik mereka. Untuk informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami akan dengan senang hati membantu Anda! Hubungi kami hari ini.

Request a Demo

Nida Amalia
By Nida Amalia

SEO and Content Marketing Specialist who loves art, music, and movie.

Featured