<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
Request a Demo

Tada Loyalty & Customer Retention Blog

3 min read

Mempelajari Mitos vs Fakta Seputar Program Loyalty

.

Terlepas dari besar kecilnya skala bisnis Anda, setiap keputusan yang Anda ambil terkait brand Anda, harus dipertimbangkan dengan matang. Anda perlu memahami bahwa ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap customer loyalty, termasuk di antaranya Anda perlu berinvestasi untuk program loyalty. Namun, ada banyak mitos negatif tentang loyalty yang selama ini dipercaya. Padahal, kenyataannya semua itu hanyalah mitos belaka. Untuk memahami hal-hal yang sebenarnya hanya merupakan mitos tentang program loyalty, simak ulasannya berikut ini:

Program Loyalty Membutuhkan Biaya Besar

Faktanya: Tentu saja Anda membutuhkan anggaran biaya untuk bisa menerapkan program loyalty. Tidak ada strategi marketing yang dapat diterapkan tanpa anggaran dana sama sekali. Khususnya, untuk reward dan poin yang diberikan kepada customer, tentu akan membutuhkan biaya. Namun, Anda bisa memikirkan lebih jauh tentang return on investment (ROI) atau balik modal. Menurut data LoyaltyLion, terbukti bahwa customer yang bergabung dengan program loyalty, 2.5 kali lebih mungkin menukarkan poin mereka dibandingkan customer yang bukan member. Ini berarti Anda akan memerlukan anggaran biaya untuk penukaran poin customer tersebut. Namun, reward juga bisa berupa pemberian yang tidak bersifat finansial. Contohnya, Anda bisa memberikan early-access untuk penjualan produk baru sebagai ganti pemberian poin.

blog 2

Program Loyalty Itu Terlalu Rumit

Faktanya: Program loyalty hanya akan menjadi rumit jika Anda yang membuatnya sedemikian rupa. Memang benar, saat baru memulainya, Anda harus melakukannya selangkah demi selangkah. Jadi, Anda bisa mulai dengan memberikan poin dan reward untuk setiap pembelian dengan nominal tertentu, lalu membuatkan akun membership, kemudian memberikan penawaran istimewa di hari ulang tahun customer. Ketika customer merasa senang dan puas, maka Anda bisa mulai mengembangkan variasi untuk reward yang diberikan. Anda pun bisa mulai bereksperimen untuk menciptakan reward yang berjenjang, atau memberikan reward kepada customer yang bisa mendatangkan referral dan membuat ulasan positif tentang brand Anda.

Anda Harus Memiliki Banyak Customer untuk Memulai Program Loyalty

Faktanya: Semakin banyak customer yang Anda miliki, maka makin besar jumlah member yang potensial untuk Anda. Namun, kenyataannya, begitu Anda berhasil menjual produk atau layanan Anda, maka Anda sudah memiliki customer yang dapat Anda ajak untuk bergabung dengan program loyalty Anda. Anda pun bisa menumbuhkan engagement dengan para customer tersebut, sehingga customer Anda menjadi semakin loyal dan merekomendasikan brand Anda kepada orang-orang terdekatnya. Bahkan, faktanya semakin awal Anda memulai, Anda pun akan punya semakin banyak waktu untuk melakukan uji coba, mengecek apakah reward structure Anda sudah baik, memastikan format email marketing Anda, dan masih banyak lagi.

Sulit untuk Membuat Pengukuran Berdasarkan Program Loyalty

Faktanya: Apabila Anda mengetahui metrik yang penting bagi Anda, maka Anda pasti bisa membuat kalkukasi dan penilaian berdasarkan metrik tersebut. Ada banyak metrik yang bisa Anda gunakan untuk membantu Anda mengkalkulasi berbagai faktor yang berpengaruh terhadap program loyalty, termasuk repeat purchase rate, rata-rata order value, serta angka net promoter. Barometer kesuksesan yang sesungguhnya yaitu keberhasilan dalam mengukur customer lifetime value dari member vs non-member.

Customer Sudah Bosan dengan Program Loyalty

Faktanya: Banyak orang bilang bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi customer loyalty adalah mereka merasa bosan dengan program loyalty tersebut. Namun, hasil riset menunjukkan 81% konsumen setuju, bahwa program loyalty membuat mereka senang untuk terus berlangganan brand kesukaan mereka. Program loyalty yang melambat bukan berarti customer bosan dengannya. Itu berarti, yang membuat customer bosan adalah program yang tidak memberikan value, pengalaman personal, serta reward yang membuat aktivitas belanja terasa beda dan menyenangkan.

Clara Alverina
By Clara Alverina

I'm marketing enthusiastic and inherently understands that the customer is the single most valuable asset an organization can have, and driven by the unrelenting pursuit of customer-retention focus, engagement and customer experience.

Featured