<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
Request a Demo

TADA Marketing & Customer Retention Blog

2 min read

Mempelajari Perubahan Perilaku Konsumen Akibat Subscription Economy

.

Sudahkah Anda mengenal subscription economy? Istilah ini mengacu kepada bisnis yang menawarkan layanan subscription kepada konsumen. Bahkan, sejumlah perusahaan tertentu menjalankan model subscription sepenuhnya, dan menggantungkan seluruh penjualan mereka kepada subscription ini. Beberapa contoh perusahaan besar yang menyediakan layanan subscription yakni Netflix dan Spotify. Meski demikian, sebenarnya model bisnis subscription ini tidak benar-benar baru. Subscription sudah ada sejak dahulu kala. Hanya saja, berkat perkembangan internet, kini subscription mengalami pertumbuhan yang semakin pesat, terutama pada bidang industri media dan teknologi yang berarti bisnis e-commerce. Semakin banyak bisnis yang menyediakan layanan subscription bulanan untuk berbagai produk dan layanannya. Subscription tersebut mulai dari layanan online hingga produk yang berupa barang.

ilus20-10

Subscription Menjadi Strategi Penjualan untuk Mendatangkan Profit

Sekarang, makin banyak perusahaan menjadikan subscription model bisnis utama mereka. Dengan menerapkan sistem subscription, Anda bisa mempercepat pertumbuhan bisnis, mengoptimalkan arus kas, serta meningkatkan value dari brand Anda sendiri. Jadi, jika kita lihat, terjadi peningkatan signifikan untuk jumlah bisnis subscription. Ini juga merupakan bagian dari penaruh subscription economy. Bisnis sekarang ini harus memprioritaskan cara untuk mengelola customer loyalty, menentukan harga atau pricing, dan membuat strategi penjualan yang benar-benar unik. Sebab, subscription economy berarti mendapatkan profit dengan mengoptimalkan relationship dengan customer. Jadi, penjualan bukan soal transaksi jual beli barang lagi, melainkan bagaimana memberikan layanan yang akan membuat customer ingin menggunakannya terus-menerus.

Perilaku Customer Baru Setelah Adanya Subscription Economy

Customer masa kini mendapatkan kemudahan besar untuk mengakses layanan bisnis apa saja. Biasanya, penawaran yang sering diberikan adalah uji coba gratis selama 30 hari, cukup dengan mendaftarkan alamat email. Ini menjadi cara yang cukup efektif untuk menarik minat customer. Nanti, kalau produknya dirasa memiliki value yang bisa memenuhi kebutuhan customer, maka mereka akan terus berlangganan dan akhirnya membayar layanan Anda tersebut secara rutin, entah bulanan atau tahunan. Tentu saja, value tersebut juga harus disesuaikan dengan bisnis dan produk Anda. Banyak perusahaan yang mengarahkan fokus subscription mereka untuk bisa menjangkau banyak konsumen sekaligus.

Strateginya yaitu dengan memberikan akses gratis seperti yang telah disebutkan. Jadi, customer bisa menikmati uji coba gratis ini selama 30 hari atau sesuai waktu yang ditentukan. Kemudian, jika mereka merasa cocok dengan layanannya, maka customer tersebut pasti akan terus berlangganan. Dari sini, kita bisa melihat bahwa subscription juga membantu menumbuhkan sekaligus meningkatkan customer loyalty, bahkan sejak awal mereka mulai menggunakan layanan Anda. Jika strategi subscription Anda bisa dilaksanakan dengan tepat, maka customer Anda tidak hanya betah berlangganan saja. Namun, mereka juga akan berbagi dan merekomendasikan layanan Anda kepada teman dan orang-orang terdekat mereka. Inilah momen di mana customer yang awalnya hanya mencoba layanan Anda, berubah menjadi pembeli Anda.

Mengapa Bisnis Anda Perlu Mempertimbangkan Strategi Subscription?

Paying customer akan memberikan recurring revenue kepada perusahaan Anda. Ini merupakan faktor utama yang menjadi pertimbangan suatu perusahaan untuk menjalankan model bisnis subscription mereka. Jadi, subscription bisa membantu bisnis Anda dalam mengelola profitabilitas atau laba. Subscription juga memberikan informasi yang dapat Anda gunakan, dalam membuat segala keputusan terkait strategi penjualan. Ini karena model subscription berfokus pada pembeli dan tidak memprioritaskan produk dalam proses penjualannya. Jadi, Anda bisa benar-benar memahami keinginan customer.

 

Clara Alverina
By Clara Alverina

I'm marketing enthusiastic and inherently understands that the customer is the single most valuable asset an organization can have, and driven by the unrelenting pursuit of customer-retention focus, engagement and customer experience.

Featured