<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
Request a Demo

TADA Marketing & Customer Retention Blog

3 min read

Metode Terbaik untuk Menaikkan Angka Customer Retention dan Penjualan

.

Jika Anda ingin bisnis Anda sukses hingga jangka panjang, maka Anda perlu meningkatkan customer retention. Bila Anda gagal menerapkan metode retention, Anda harus bekerja keras mencari customer baru lagi setiap harinya. Sulit untuk mendapatkan customer baru untuk berlangganan brand Anda. Namun, jika Anda bisa mempertahankan customer lama, maka Anda akan merasakan pengaruh yang sangat positif untuk perusahaan Anda. Sebuah bisnis baru akan sukses jika sudah berhasil meningkatkan customer retention rate. Untuk bisa melakukannya, Anda harus membangun loyalitas customer terhadap brand Anda, dan mengelola customer relationship dengan lebih baik.

29

Memahami Alasan Customer Pergi

Untuk menemukan solusi atas masalah Anda, hal pertama yang perlu Anda lakukan yaitu mencari akar penyebabnya. Jika Anda ingin meningkatkan customer retention, akan lebih baik jika Anda coba menijau kembali sekaligus menganalisa mengapa orang-orang berhenti memakai brand Anda. Jika Anda sudah menemukan penyebabnya, Anda baru bisa mengatasinya sambil meningkatkan customer experience. Dengan customer experience yang lebih baik, maka kepuasan dan loyalitas customer menjadi semakin tinggi juga. Sebab, jika sudah mengetahui akar permasalahannya, Anda bisa memahami strategi terbaik untuk meningkatkan customer retention.

Cara Meningkatkan Customer Retention

Anda perlu mencatat semua feedback yang diberikan customer kepada Anda, termasuk yang negatif sekalipun. Dengan begitu barulah Anda bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk keberhasilan customer retention Anda. Anda juga dapat menggunakan survei untuk mendapatkan feedback dari customer. Berikut adalah cara-cara terbaik untuk meningkatkan customer retention:

Fokus pada High-Quality Leads

Anda harus menggunakan analisis prediktif tidak hanya untuk mengelola customer lama namun juga customer baru yang potensial. Untuk mendapatkan high-quality leads, Anda perlu memahami buying behaviour dari customer potensial. Anda bisa mengamatinya dari kebiasaan belanja mereka yang selama ini telah dilakukan. Ini akan membantu Anda memahami apa yang ingin dibeli customer di masa mendatang. Begitu Anda memahami keinginan customer, Anda bisa memprediksi apakah mereka mau membeli produk Anda. Lalu, fokuslah kepada customer yang sekiranya tertarik untuk membeli produk brand Anda. Hasilnya, iklan dan campaign pemasaran Anda bisa tertarget dengan lebih baik. Anda pun berkemungkinan mendapatkan banyak leads dan conversion rate lebih tinggi.

Meningkatkan Customer Experience

Customer experience sangat penting dalam menentukan customer retention rate Anda. Umumnya customer meninggalkan brand langganan mereka karena mereka merasa kecewa dengan pelayanannya. Untuk meningkatkan customer experience sendiri ada dua langkah utama yang harus dilakukan. Pertama, mengumpulkan semua feedback dari customer yang dapat memberikan insight untuk Anda, agar bisa lebih memahami tingkat kepuasan customer lama. Kedua, memperbaiki segala bentuk layanan dan juga produk bisnis Anda, sehingga dapat meningkatkan customer retention. Jadi, setiap customer habis membeli, Anda bisa meminta review tentang produk yang telah mereka beli. Lebih baik lagi jika Anda meminta customer untuk memberikan rating untuk semua pengalaman belanja mereka.

Penawaran Menarik yang Bersifat Personal

Penawaran umum dengan produk yang tidak spesifik mungkin takkan terlalu menarik minat customer. Contohnya, Anda menawarkan diskon headphone namun customer Anda mencari speaker. Dalam kasus seperti ini, diskon saja tidak cukup untuk mendorong keinginan customer agar mau membeli produk dari Anda. Jika ingin meningkatkan customer rate, maka Anda perlu fokus terhadap keinginan customer. Buat penawaran Anda bersifat lebih personal. Manfaatkan data customer untuk membuat analisa berdasarkan kebiasaan belanja mereka, sehingga Anda bisa memprediksi produk dan layanan seperti apa yang mereka butuhkan.

Clara Alverina
By Clara Alverina

I'm marketing enthusiastic and inherently understands that the customer is the single most valuable asset an organization can have, and driven by the unrelenting pursuit of customer-retention focus, engagement and customer experience.

Featured