<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
Request a Demo

TADA Marketing & Customer Retention Blog

2 min read

Pengaruh Subscription Economy Terhadap Kondisi Finansial Bisnis

.

Penjualan menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk sebuah bisnis agar bisa tetap berjalan. Sebab, dari sinilah pemasukan bisnis Anda berasal. Namun, ada kalanya penjualan tersebut menurun dan tidak stabil seperti biasanya. Terutama, untuk perusahaan seperti startup dan e-commerce. Kita ambil contoh perusahaan software. Sebuah software biasanya dibeli beberapa waktu sekali, dan bukan merupakan produk yang biasa dijual secara berkala seperti barang dalam bentuk fisik. Saat ada yang ingin membelinya, maka terjadi transaksi penjualan sekali. Setelah itu, belum tentu ada permintaan software baru lagi dalam jangka waktu dekat. Di sinilah pentingnya mengubah model bisnis menjadi subscription.

ilus20-05

Masih menggunakan contoh perusahaan software, dengan menerapkan model subscription, maka kerugian akibat penurunan penjualan tidak akan serta merta membuat pendapatan bisnis anjlok. Adapun contoh subscription ini misalnya seperti layanan berbayar untuk update software, yang hanya bisa dinikmati customer setelah mereka melakukan pembayaran. Contoh subscription lainnya yang diterapkan oleh perusahaan e-commerce besar adalah program Amazon Prime dan Kindle Unlimited. Kemudian, contoh yang paling mudah yakni subscription untuk layanan aplikasi mobile, sehingga pengguna bisa bebas menikmatinya tanpa iklan.

Berkembangnya Model Layanan Subscription Box

Seiring perkembangan zaman, model subscription juga ikut berkembang. Muncul layanan subscription box yang mengirimkan produk kepada customer tiap bulan, sesuai dengan pilihan mereka. Biasanya, subscription box ini lebih sering diterapkan perusahaan yang bergerak di bidang industri produk berupa barang. Jadi, mereka juga bisa sekaligus mempromosikan produk barunya kepada konsumen. Umumnya, contoh bisnis yang menerapkan metode ini adalah perusahaan kosmetik, pakaian, dan masih banyak lagi. Cara ini juga tepat untuk menjaga stabilitas revenue ketika penjualan produk sedang menurun.

Subscription Tidak Hanya Dilakukan Perusahaan Besar Saja

Memang benar bahwa model subscription paling umum diterapkan oleh perusahaan tech, terutama yang berskala besar. Namun, sebenarnya subscription perlu dilakukan oleh semua bidang industri dengan skala apapun. Bahkan, perusahaan tradisional yang menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari pun, perlu menerapkan strategi subscription ini. Seperti yang kita ketahui bahwa subscription dapat menjadi penyelamat revenue bisnis Anda. Selain itu, bagi konsumen, subscription menjadi solusi yang sangat tepat buat mereka yang memiliki kemampuan membayar produk dan layanan dengan sistem cicilan, dan bukan langsung cash dalam jumlah besar. Maka dari itu, kemudahan ini juga membuat customer merasa nyaman, dan mereka akan semakin loyal.

Pentingnya Subscription dalam Meningkatkan Customer Loyalty

Jadi, efek psikologis subscription akan sangat mempengaruhi loyalitas customer. Ketika merasa merasa dimudahkan dengan adanya layanan subscription, maka para pelanggan Anda tersebut akan nyaman dan betah berlangganan. Ini juga dapat menjadi cara untuk meningkatkan engagement dengan customer. Namun, yang tidak kalah penting yakni selalu mencari inovasi baru untuk memberikan layanan yang bisa menguntungkan customer. Sebab, pada kenyataannya, kebanyakan customer akan berhenti subscribe kapan pun mereka merasa bahwa layanan yang digunakannya sudah tidak diperlukan.

Bahkan, menurut statistik yang dicantumkan dalam Telegraph, rata-rata orang menghentikan subscription mereka setelah enam bulan berlangganan. Jadi, jika Anda ingin metode subscription ini efektif dan membuat pendapatan bisnis Anda senantiasa stabil, maka Anda harus selalu memutar otak untuk menemukan strategi baru. Gunakan kreativitas Anda dalam memberikan jenis layanan subscription yang unik, fresh, dan pastinya memiliki value untuk memenuhi kebutuhan customer.

 

Clara Alverina
By Clara Alverina

I'm marketing enthusiastic and inherently understands that the customer is the single most valuable asset an organization can have, and driven by the unrelenting pursuit of customer-retention focus, engagement and customer experience.

Featured