<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
Request a Demo

Tada Loyalty & Customer Retention Blog

6 min read

Tren Terbaru: Program Loyalitas Berbasis Blockchain

.

program-loyalitas-berbasis-blockchain (1)

Penerapan loyalty program oleh brand untuk mempertahankan retensi pelanggan sudah bukan lagi barang baru. Berbagai bentuk program ini pun sudah banyak dihadirkan, mulai dari sistem gamifikasi, poin, cashback, hingga voucher. 

Dalam lanskap yang selalu kompetitif saat ini, program loyalitas sudah terbukti efektif; 62% pelanggan yang berpartisipasi dalam program loyalitas lebih cenderung berbelanja banyak pada brand tersebut.

Tetapi apa jadinya jika Anda menjadikan cryptocurrency sebagai cashback? Atau menukarkan poin loyalitas menjadi koin kripto? 

Apa itu Blockchain?

Sebelum membahas apa itu cryptocurrency, penting untuk membahas teknologi yang memungkinkannya. Teknologi itu dikenal dengan Blockchain; sebuah ledger yang terdesentralisasi dan terenkripsi. Blockchain adalah gudang informasi publik yang direkayasa agar tidak dapat diubah dan tidak dapat dirusak.

Sederhananya, blockchain menyimpan database publik dan mencatat semua transaksi yang dilakukan oleh orang-orang yang berpartisipasi di jaringan itu.

Program Loyalitas Berbasis Blockchain

Program loyalitas blockchain tidak dimaksudkan untuk menggantikan program loyalitas tradisional, melainkan bertindak sebagai 'fasilitator sistem' yang mengurangi berbagai biaya.

program-loyalitas-berbasis-blockchain (3)

Sebagai sistem transparan, misalnya, teknologi blockchain mengurangi kerugian dari fraud dan kesalahan; masalah utama dengan program loyalitas saat ini.

Keuntungan lain adalah  dengan poin loyalitas yang dikumpulkan dalam dompet pelanggan dapat ditukarkan dengan lebih cepat dan efisien, mengurangi biaya per transaksi, dan mengurangi masalah kewajiban yang belum terselesaikan. Selain itu, karena program loyalitas blockchain termasuk hal baru dan berhubungan dengan kripto yang masih digandrungi banyak orang di Indonesia, biaya akuisisi customer pun akan berkurang.

Singkatnya, teknologi blockchain dapat menghilangkan inefisiensi yang mahal dalam program loyalitas tradisional sambil menawarkan nilai yang lebih besar kepada pelanggan melalui peluang redeem hadiah dari berbagai perusahaan.

Bagaimana Blockchain dapat Menambah Value Pada Program Loyalitas?

Meskipun program loyalitas cukup substansial, tapi  juga mudah terfragmentasi karena saat ini ada terlalu banyak program loyalitas yang masing-masing punya mekanisme earn and burn tersendiri. Hal ini dapat menyebabkan pelanggan frustasi dan banyak poin yang tidak terpakai.

Melalui teknologi blockchain, perusahaan dapat mendesentralisasikan program loyalitas mereka dan customer bisa menikmati manfaat teknologi blockchain secara menyeluruh.

program-loyalitas-berbasis-blockchain (2)Berikut adalah cara teknologi blockchain memberikan nilai tambah pada program customer loyalty.

  • Experience yang lebih aman

Tidak mengherankan jika alasan keamanan jadi perhatian utama para pelanggan. Dengan begitu banyak data pribadi yang terlibat, brand tidak dapat bersikap angkuh tentang keamanan.

Blockchain memungkinkan pelanggan untuk menukar token dengan hadiah tanpa mengorbankan data pribadi. Blockchain juga terdesentralisasi, sehingga data tidak berada di satu lokasi. Selain menjaga keamanan data pelanggan, juga dapat membantu meminimalkan kesalahan dan penipuan melalui smart-based contract. Transaksi pada buku besar blockchain dijamin secara kriptografis, tidak berubah dan memiliki stempel waktu, meningkatkan transparansi dan membuat semuanya dapat dilacak.

  • Membantu menekan biaya

Dengan kemampuan blockchain untuk menjalankan program hampir secara real time, perusahaan dapat mengurangi biaya administrasi dan karyawan.

Misalnya, kemitraan berbasis blockchain antara dua perusahaan dapat diatur untuk memungkinkan pertukaran oleh pelanggan tanpa manajemen terpusat. Smart-based contract dapat digunakan untuk menegakkan kontrak, mengotomatisasi proses, dan mengurangi biaya.

  • Peluang untuk berinovasi

Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan dari penggunaan blckchain ini. Contohnya, dengan memberikan customer kontrol terhadap hal-hal penting seperti membuat catatan permanen dan membangun kepercayaan, brand dapat membuat program loyalitas pelanggan yang minim kesalahan, dapat memangkas biaya, serta memberdayakan customer mereka.

Bagaimana Program Loyalitas Berbasis Blockchain Bekerja?

Solusi loyalitas blockchain tidak diragukan lagi akan membutuhkan investasi besar. Namun, para profesional dari Deloitte menyarankan bahwa program loyalitas berbasis blockchain harus mengurangi biaya manajemen sistem dengan smart-based contract.

Berikut adalah gambaran sederhana bagaimana program loyalitas berbasis blockchain bekerja:

  • Aplikasi reward — Berisi identitas dalam bentuk tanda tangan digital yang menyimpan nilai dalam bentuk token loyalitas.
  • Token loyalitas — Pada inisiasi transaksi loyalitas (penerbitan, penebusan, atau pertukaran) protokol blockchain membuat token loyalitas yang dihasilkan oleh algoritma, yang merupakan dasar untuk semua jenis hadiah, termasuk poin. Keberadaan token loyalitas dan pengidentifikasi unik diperbarui di ledger setiap peserta dan tersedia di seluruh jaringan.
  • Jaringan loyalitas — Platform yang mengakomodasi jaringan loyalitas dapat mengakomodasi berbagai bisnis dan program loyalitas mereka, memfasilitasi interaksi mereka, terutama dalam hal konversi dan pertukaran poin customer mereka.

Bagaimana Brand Dunia Menggunakan Blockchain untuk Program Loyalitas Mereka?

Dalam jangka pendek, supply chain mungkin merupakan bagian pertama yang terbuka terhadap blockchain.

Menciptakan rantai pengawasan yang benar-benar transparan, fleksibel, dan dapat diandalkan untuk setiap pengiriman barang dalam perjalanan memberi perusahaan cara yang andal untuk melacak status pasokan, sekaligus memastikan pelacakan barang.

Banyak juga brand lifestyle yang mengeluarkan NFT (Non-Fungible Token) seperti Nike hingga Barbie sebagai reward dalam program loyalitas mereka. 

Dalam tren baru ini, ada kemungkinan brand menjalin kerjasama yang lebih global sehingga customer experience dari konsumen terus meningkat. Misalnya, customer dapat menyimpan akumulasi poin loyalitas mereka di dompet kripto mereka dan menggunakannya di seluruh merek.

Program Loyalitas Berbasis Blockchain di Indonesia

Dibandingkan negara seperti Amerika Serikat, gaung pengaplikasian blockchain dan cryptocurrency di Indonesia untuk program loyalitas bisa dibilang belum begitu heboh. Namun pengenalannya sudah masif di berbagai sektor, contohnya saja NFT, aplikasi beli mata uang kripto dan juga konsep Metaverse.

Pemanfaatan inovasi digital yang akhir-akhir ini menjadi solusi dalam melakukan pengembangan bisnis juga mempercepat pergerakan blockchain di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi momentum berkembangnya ekonomi digital dan kreatif.

Namun belum banyak perusahaan memanfaatkan blockchain untuk program customer loyalty. Kemunculannya baru menyentuh tahap developing. 

Namun dengan melihat perkembangan blockchain yang semakin meroket di pasar dunia, tidak menutup kemungkinan program loyalitas berbasis blockchain ini menjadi pusat perhatian di masa yang akan datang.

Apakah Blockchain Bisa Menjadi Masa Depan Program Loyalitas Pelanggan? 

Buku besar blockchain yang aman dan terdesentralisasi mungkin memberikan solusi untuk beberapa masalah yang dimiliki pelanggan dengan program reward tradisional seperti masalah fraud.

brand-dengan-program-loyalitas-berbasis-blockchain (4)

Program customer loyalty yang didukung blockchain menarik untuk diexplore lebih jauh, tetapi akan menarik untuk melihat apakah tren ini sepenuhnya akan diadopsi oleh semakin banyak perusahaan besar dunia dan perusahaan lokal yang ingin membuat program loyalitasnya lebih unik dan menarik.

Untuk perusahaan, teknologi blockchain menjanjikan proses onboarding partner yang lebih efisien, settlement yang lebih cepat, kerjasama lintas negara yang lebih mudah, dan penukaran poin reward yang lebih fleksibel.

Teknologi blockchain yang berada di belakang Bitcoin dan Ethereum, dapat digunakan untuk memungkinkan transaksi dalam skema program loyalitas (misalnya ketika token loyalitas diterbitkan, diredeem, atau ditukar). Setiap transaksi digital dicatat dalam blockchain sebagai catatan yang tidak dapat diubah.

Semua catatan yang disimpan dienkripsi sehingga data dalam catatan tersebut hanya dapat dibaca oleh member dengan kunci digital yang sesuai, tetapi hash kriptografis dari setiap catatan tersedia untuk dibaca dan diverifikasi oleh semua node blockchain.

Setiap blok di blockchain dirantai secara kriptografis ke blok berikutnya, menciptakan solusi yang aman, hampir tidak dapat diretas. Oleh karena itu, poin loyalitas (diwakili oleh token blockchain) dapat disimpan di blockchain yang akan tersedia dengan aman di mana saja tanpa memerlukan database terpusat. Hal ini memiliki manfaat besar dalam mengurangi biaya dan jua membuat program loyalitas lebih aman.

Tak akan mengejutkan jika dalam beberapa tahun ke depan, semakin banyak perusahaan dunia dan perusahaan lokal yang mengadopsi teknologi ini untuk program loyalitasnya.

Let's see!

Nuraini
By Nuraini

Content marketing specialist

Featured