<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
Request a Demo

TADA Marketing & Customer Retention Blog

2 min read

Tren Subscription Economy di Masa Depan

.

Subscription economy dapat berubah dengan cepat dan masih terus mengalami perkembangan. Model bisnis subscription ini sendiri diterapkan oleh berbagai macam bidang industri bisnis. Terutama, di era modern berbasis internet seperti sekarang ini, subscription menjadi model bisnis yang semakin digandrungi oleh para konsumen. Melihat perkembangannya yang begitu pesat sekarang ini, subscription dinilai akan terus mengalami pertumbuhan, menggantikan model bisnis tradisional.

ilus20-08

Memberikan Layanan dalam Bentuk Subscription

Jika dilihat dari perkembangannya, muncul berbagai prediksi untuk subscription economy terutama di masa depan. Seperti apa eksistensinya nanti di masa yang akan datang. Jadi, sekarang ini subscription menjadi model bisnis yang lebih mengutamakan layanan untuk memuaskan customer. Subscription berfokus untuk memudahkan customer menikmati akses berlangganan atau sewa tanpa harus memiliki sendiri barang yang ingin digunakan. Contohnya, ada persewaan mobil dan motor untuk Anda yang jalan-jalan di luar kota selama beberapa hari. Lalu, ada juga layanan subscription untuk mendengarkan lagu-lagu kesukaan Anda, tanpa perlu membeli album MP3 digitalnya yang asli, cukup menikmati lewat streaming saja.

Subcription pun menjadi suatu terobosan dalam memberikan layanan yang dibutuhkan konsumen. Terutama, layanan ini ditujukan buat customer yang sanggup membayar barang atau jasa berbasis sewa, namun tidak ingin berinvestasi dengan membelinya untuk memilikinya. Sebab, siapa tahu dalam beberapa waktu berikutnya, misalnya satu atau dua tahun ke depan, ada produk barang atau layanan baru yang ingin mereka gunakan. Jadi, sekarang sudah bukan zamannya orang-orang berbelanja barang, mereka lebih menyukai model subscription yang sistemnya seperti langganan namun mirip dengan sewa.

Peluang Kesempatan untuk Bisnis Retail Tradisional

Berdasarkan statistik SUBTA, 18% dari charge kartu kredit senilai USD 41 triliun berasal dari pembelian berbasis subscription. Hal tersebut didukung oleh perkembangan bisnis retailer yang mulai menerapkan subscription untuk strategi penjualan mereka. Jadi, jika Anda menjalankan bisnis yang berbasis retailer, maka Anda memiliki kesempatan yang sama dengan e-commerce maupun digital business lainnya. Jika mau sedikit mengadopsi strategi subscription dari perusahaan besar, maka Anda bisa mencoba menerapkan trik memberikan produk sampel kepada customer. Misalnya, seperti memberikan subscription box yang berisi produk baju sebagai contoh untuk customer, sebelum mereka memutuskan untuk membeli produknya.

Tidak hanya berisi produk sampel saja, namun subscription box juga bisa berisikan kupon untuk ditukarkan dengan barang yang sama seperti di dalam box tersebut, yang ingin dibeli oleh customer. Tentu saja, ini mereka bisa nikmati hanya jika customer tersebut sudah membayar biaya subscription box untuk periode bulanan atau tahunan. Jika ditarik kesimpulan, untuk saat ini, kebanyakan perusahaan retail masih berada pada tahap awal dalam model subscription. Namun, di masa mendatang, brand-brand retail yang berbasis model subscription akan semakin gencar menerapkan strategi yang efektif. Jadi, retailer tradisional harus bisa menciptakan perbedaan yang membuat bisnis mereka unik, sehingga tetap diminati dan dicari customer, serta mampu bersaing di pasaran.

Kunci Fokusnya Ada Pada Relationship dengan Customer

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, maka Anda perlu memberikan layanan yang berbeda dan lebih bersifat personal. Untuk layanan berbasis subscription, kunci pentingnya adalah relationship dan menjaga kedekatan dengan customer, serta selalu memantau customer base. Cara yang bisa dilakukan di antaranya yakni menganalisis data customer secara berkala. Jika Anda melakukannya dengan tepat, maka Anda dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat dengan konsumen, sehingga subscription brand Anda bisa sukses dan lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan customer.

 

Clara Alverina
By Clara Alverina

I'm marketing enthusiastic and inherently understands that the customer is the single most valuable asset an organization can have, and driven by the unrelenting pursuit of customer-retention focus, engagement and customer experience.

Featured