<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://q.quora.com/_/ad/cdf864df410c4a65a91da8ac8d6f477e/pixel?tag=ViewContent&amp;noscript=1">
REQUEST A DEMO

TADA Marketing & Customer Retention Blog

2 min read

4 Fakta Tentang Referral Ini Tak Boleh Anda Abaikan!

.

 refer-friend-landing-page-green-concept_4968-84

Kapan terakhir kalinya Anda membeli sebuah produk karena rekomendasi dari orang lain? Kalau dipikir-pikir, selama ini mungkin sering sekali Anda mencoba sebuah produk baru karena referensi dari salah seorang teman atau anggota keluarga.Tanpa Anda sadari, cara ini sebenarnya juga bisa diterapkan pada bisnis yang Anda miliki. Ya, dalam dunia marketing hal ini dikenal dengan nama referral atau rujukan yang diberikan seorang konsumen kepada calon pembeli lainnya. Referral tak diragukan lagi menjadi salah satu cara terbaik meningkatkan penjualan secara organik. Namun sebagai pemilik bisnis, kadang Anda kesulitan untuk mengetahui apakah seorang konsumen membeli produk berdasarkan referral dari seseorang atau tidak.

Harus diakui kalau referral memang sulit untuk ditelusuri. Kalaupun bisa, dibutuhkan effort yang sangat besar untuk melakukannya. Jadi kalau Anda ingin memastikan bahwa referral program yang dilakukan benar-benar memberikan dampak positif, cobalah untuk tidak mengabaikan fakta-fakta penting terkait referral seperti berikut ini:

Calon pembeli seringkali meminta referensi produk dari orang yang mereka kenal

Tidak salah kalau dikatakan referral bisa terjadi karena adanya kepuasan seorang konsumen yang menyebabkan ia memberikan rekomendasi produk kepada calon pembeli lainnya. Namun ada sebuah fakta menarik yang terungkap dari sebuah situs komunitas bisnis bernama Business 2 Community, di mana 82 persen orang Amerika meminta rekomendasi kepada keluarga dan temannya sebelum melakukan sebuah pembelian. Ya, terkadang bukan konsumen yang memulai terjadinya referral, tapi justru calon pembeli di luar sana yang sama sekali belum mengetahui tentang produk Anda.

Referral tidak hanya terjadi lewat kata-kata, tapi juga pengalaman konsumen

Selama ini Anda mungkin meyakini bahwa referral terjadi dari rekomendasi secara lisan yang dilakukan seorang konsumen kepada calon pembeli. Namun menurut BrightLocal, sebuah platform integrated SEO, referral bisa juga berwujud pengamatan langsung dari seorang calon pembeli terhadap pengalaman konsumen dalam menggunakan sebuah produk. Misalnya saja, Anda menggunakan produk pencerah kulit selama sebulan dan teman-teman terdekat Anda melihat hasilnya secara signifikan. Tanpa Anda perlu memberikan rekomendasi apapun, orang-orang di sekitar Anda akan mulai mencoba produk tersebut karena sudah melihat pengalaman Anda selama menggunakannya.

Referral bisa terjadi melalui media sosial

Sebuah survey yang dilakukan oleh Marketing Mavens, sebuah marketing public relation agency, menyebutkan bahwa 58 persen konsumen akan meminta rekomendasi melalui media sosial sebelum melakukan sebuah pembelian. Jadi bayangkan saja, jika Anda berhasil menciptakan produk yang berkualitas dan memuaskan, secara tidak langsung akan banyak referral yang terjadi melalui media sosial dan jelas akan membantu meningkatkan penjualan. Mulai sekarang juga dengan membuat media sosial yang penuh akan interaksi dari konsumen.

Calon pembeli lebih memilih produk yang direkomendasikan orang terdekatnya

Konsumen lebih suka membeli sebuah produk yang sudah direkomendasikan oleh teman atau keluarganya. Dalam hal ini, bisa disimpulkan kalau referral jauh lebih efektif dibandingkan iklan dalam bentuk apapun. Jadi ada baiknya Anda mulai mengalokasikan dana untuk beriklan ke berbagai program referral yang lebih menjanjikan.

Secara umum, meningkatkan referral adalah tentang bagaimana Anda memanfaatkan peluang. Dengan mengetahui 4 fakta tersebut, Anda jadi lebih mudah mengidentifikasi hal-hal apa saja yang bisa membantu meningkatkan referral, sekaligus memastikan hasilnya akan memberikan dampak terbaik bagi bisnis Anda.

 

Featured

Subscribe Here!