7 Kendala di Dunia Marketing dan Solusinya

Topics:

Okt 3, 2022 • 7 min read

tantangan di dunia marketing

Meskipun tujuan setiap bisnis sama, namun ada tim marketing yang kesulitan mendapatkan tenaga yang kompeten, sementara yang lainnya mengalami kendala terkait teknologi untuk memenuhi kebutuhan pemasaran mereka.

Ya, tantangan di dunia pemasaran memang sangat beragam, namun selalu ada kesempatan untuk mengoptimalkan strategi marketing Anda, serta mengubahnya menjadi cara yang lebih efektif dalam menghasilkan revenue.

Hal tersebut bisa tercapai ketika Anda berhasil mengatasi masalah, yang biasanya dialami oleh tim marketing. Kendala tersebut ada beragam, namun biasanya yang paling umum terjadi merupakan masalah yang sama.

Kendala yang Paling Sering Terjadi Di Marketing dan Solusinya

Berikut adalah kendala dan tantangan dalam pemasaran yang paling sering dialami oleh tim marketing beserta solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. 

1. Branding yang kurang kuat

Dalam dunia marketing, branding menjadi salah satu hal penting yang tidak dapat diabaikan. Dengan branding yang kuat, unik dan sesuai dengan bisnis, maka prospek dan pelanggan akan mengingat brand Anda jika mereka ingin membeli produk yang Anda tawarkan.

Dalam marketing ada istilah brand top of mind yang diidamkan semua bisnis karena konsumen akan selalu mengingat suatu brand yang lekat pada ingatan mereka jika ingin membeli sesuatu. Misalnya Aqua untuk produk air minum kemasan dan Indomie untuk mie instan.

Namun branding bukan hal mudah yang dapat dibangun dalam sekejap. Diperlukan konsep dan eksekusi yang matang dan rapi untuk membangun citra positif terhadap bisnis Anda. 

Cara terbaik untuk membangun brand Anda bisa dimulai dari pemilihan logo yang merepresentasikan value bisnis Anda. lalu ada juga tagline, warna khas, hingga konten di blog maupun sosial media

Perlu diingat bahwa membangun branding yang tepat sangat penting untuk membuat bisnis Anda lebih scalable ke depannya.

2. Menghasilkan Traffic dan Leads

Menurut laporan State of Inbound 2017, mendapatkan traffic dan leads merupakan tantangan nomor satu untuk marketing. Umumnya tim marketing kesulitan untuk mendapatkan audience dan kontak yang benar-benar berminat dengan konten maupun produk mereka.

Seiring berjalannya waktu dan semakin ketatnya persaingan, ini bahkan menjadi tantangan yang semakin besar. Apalagi ada lautan kompetitor yang sama-sama mempromosikan konten dan produk mereka kepada potential customer atau prospek.

Untuk mengatasinya, Anda bisa memastikan dua hal berikut dalam bagian dari strategi lead generation

  • Apakah Anda sudah benar-benar menghasilkan konten yang berkualitas tinggi dan banyak dicari oleh prospek?
  • Apakah Anda memahami betul jenis konten yang diinginkan audience Anda?

Contohnya, HubSpot Research menemukan bahwa 53% konsumen lebih menginginkan konten video di masa mendatang, sementara hanya 14% yang ingin menyimak postingan blog. 

Dari sini, Anda bisa menggali lebih dalam tentang konten berkualitas yang benar-benar diinginkan oleh customer Anda yang dapat mengonversi mereka dari prospek menjadi leads.

Baca Juga: Mengenal Marketing Lifecycle dalam Dunia Bisnis

3. Menghitung ROI untuk Aktivitas Marketing

Saat harus menghitung ROI, Anda memang perlu benar-benar menyediakan waktu dan tenaga untuk memperhitungkan, serta mengaitkan aktivitas marketing dan hasil penjualan. 

Solusinya adalah Anda bisa melakukannya dengan bantuan software marketing dan bantuan CRM dari platform marketing.

Dari sini, Anda bisa mengetahui berapa banyak leads dan customer yang bisa diperoleh dari aktivitas marketing Anda. Jadi, kuncinya terletak pada kalkulasi yang tepat sehingga menciptakan hasil yang lebih akurat.

4. Menyimpan Budget Lebih Banyak

Memiliki lebih banyak budget merupakan kendala besar bagi marketing di seluruh dunia. Seringkali, mendapatkan budget lebih mudah untuk diucapkan daripada dilakukan.

Ini lebih sering dialami oleh bisnis atau organisasi kecil, yang tidak memiliki anggaran terukur untuk marketing. Namun, sebenarnya cara menghemat budget untuk tim marketing Anda tidaklah sesulit itu. Ada upaya yang bisa Anda lakukan.

Kunci untuk mendapatkan budget yaitu dengan memperhitungkan ROI dari upaya marketing Anda. Menurut laporan dari HubSpot, perusahaan yang bisa mengkalkulasi ROI dapat memiliki budget yang lebih besar pula. Selain itu, inbound marketing yang sukses juga dapat memberikan budget lebih besar untuk Anda.

Strategi yang efektif tentu saja memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu, data dari HubSpot menunjukkan bahwa marketer yang merasa yakin dengan strategi marketing-nya, bisa memperoleh budget 2x lebih tinggi untuk tim marketing mereka.

Namun perlu diingat bahwa inbound marketing membutuhkan upaya dalam waktu yang lama. Jadi, begitu Anda mulai, jangan pernah berhenti di tengah jalan.

5. Lambat dalam menerapkan transformasi digital

Perkembangan teknologi kini semakin canggih yang juga sangat berpengaruh pada dunia marketing. Arus digitalisasi di semua lini kehidupan mengharuskan marketing juga dapat beradaptasi dan segera menerapkan transformasi digital di semua hal yang memungkinkan.

Misalnya saja jika dulu iklan offline menjadi salah satu aset marketing terbesar, namun saat ini ada Google Ads dan FB ads yang dapat dijalankan untuk mendapat lebih banyak eksposur ke prospek.

Ada juga tools-tools yang perlu dipelajari untuk membaca data digital marketing, seperti Google Analytic dan Search Console yang dapat digunakan secara gratis.

Solusi paling tepat dari tantangan ini adalah kemauan belajar dan beradaptasi dengan dunia digital karena kedepannya pun marketing akan terus dipengaruhi oleh digitalisasi.

Apalagi kini hampir semua orang di dunia menggunakan smartphone yang terhubung ke internet yang memudahkan mereka mencari informasi sebuah produk atau jasa. Agar tidak kehilangan pasar, segera migrasi strategi marketing Anda dengan juga menyertakan digital marketing.

6. Data tidak up-to-date

Data yang tidak terkini menjadi salah satu hambatan dalam pemasaran yang sering terjadi. Tanpa adanya data yang akurat mengenai kondisi customer, seperti demografi, rata-rata pendapatan, usia dan masih banyak lainnya.

Tanpa data-data ini, aktivitas marketing bisnis Anda dapat terhambat dan tidak optimal. Pasalnya data menjadi benchmark valid untuk membuat keputusan terkait bisnis Anda.

Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan aplikasi CRM atau bisa juga langsung membuat program loyalitas pelanggan untuk capture data pelanggan dengan akurat.

Hanya cukup gunakan satu platform yang menyediakan dashboard dengan insight untuk memudahkan Anda mengetahui angka-angka penting terkait bisnis Anda.

Baca Juga: B2B Mobile Marketing; Pengertian, Manfaat dan Strateginya

7. Tidak memanfaatkan SEO

Strategi pemasaran digital dapat menggunakan SEO sebagai salah satu cara untuk meningkatkan branding, awareness, kunjungan ke website perusahaan hingga convert pengunjung menjadi leads bahkan pelanggan setia.

Strategi penggunaan SEO (Search Engine Optimization) pada website, konten blog hingga video perusahaan sangat penting untuk membantu pelanggan menemukan bisnis Anda saat mereka mencari keyword tertentu di Google.

Artikel SEO-friendly perlu Anda produksi untuk konten perusahaan. Tak lupa pula lakukan research terbaik untuk mendapatkan keyword penting yang sesuai dengan bisnis dan juga goals Anda. 

Investasi pada SEO sebagai bagian dari strategi digital marketing Anda akan memberikan banyak manfaat, seperti misalnya organic leads.

Namun, sama seperti strategi marketing tradisional, penggunaan SEO juga tidak akan langsung memberikan hasil di saat itu juga karena setidaknya butuh 3 -6 bulan untuk melihat efeknya pada website dan bisnis Anda.

Solusi Terbaik Ketika Perusahaan Mengalami Kendala Marketing

Apakah bisnis Anda mengalami kendala seperti yang telah disebutkan pada poin-poin di atas?

Well, tidak ada strategi pemasaran yang sempurna meskipun telah disusun sedemikian rupa. Pesatnya perkembangan dunia digital dan juga tren marketing membuat banyak strategi pemasaran tidak selalu sejalan dengan harapan. 

Namun Anda selalu dapat melakukan analisa menyeluruh terhadap strategi marketing bisnis Anda serta menilai performa aktivitas marketing yang dilakukan dan impact-nya bagi bisnis. Lanjutkan apa yang berhasil dan ganti strategi yang terbukti tidak memberikan leads bagi bisnis. 

Dengan begini Anda tetap fokus pada area yang perlu dibenahi, sehingga Anda bisa mulai menerapkan marketing yang jauh lebih efektif.

Profile

Clara Alverina

I'm marketing enthusiastic and inherently understands that the customer is the single most valuable asset an organization can have, and driven by the unrelenting pursuit of customer-retention focus, engagement and customer experience.

Download E-book
Pelajari bagaimana Tada membantu brand-brand terkemuka di dunia

Baca studi kasus kami untuk mengetahui lebih banyak bagaimana program loyalty & rewards dari Tada membantu meningkatkan profitabilitas bisnis mereka.

Gambar E-Book
Download  
Close